Kasus Tewas Pelajar di Kendari, Dikbud Sultra Minta Masyarakat Tenang dan Serakan ke Polisi

Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Sulawesi Tenggara (Sultra) merespons kasus tewasnya pelajar yang terjadi di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Jumat (3/11/2023) lalu. Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang.
Kepala Dinas Dikbud Sultra, Yusmin meminta agar masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri dalam menyikapi kasus tewasnya pelajar berinisial F (18) tersebut.
Ia meminta agar menyerahkan semua proses hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian di Kendari.
“Saya tadi sudah sampaikan kita tahan diri, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian karena itu wewenangnya penyidik,” ungkap Yusmin kepada wartawan di sela kegiatan Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Claro Kendari, Selasa (7/11/2023).
Yusmin memastikan aparat kepolisian sangat menjunjung profesionalitas dalam penanganan kasus, khususnya kasus tewasnya pelajar F.
Ia kembali meyakinkan masyarakat untuk menyerahkan kasus hukum itu ke aparat kepolisian.
“Kita yakin pihak kepolisian sangat profesional, kita serahkan kepada mereka,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari telah membentuk tim khusus guna melakukan penyelidikan terhadap pelaku pembunuhan pelajar F.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, kasus tewasnya pelajar F ini menjadi atensi langsung dari Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman.
“Ini menjadi atensi dari pimpinan kami. Saat ini sudah ada tim khusus yang dibentuk yakni gabungan dari Buser 77 Satreskrim, Satintelkam, dan Satsamapta Polresta Kendari,” ujarnya kepada Kendariinfo saat ditemui, Sabtu (4/11).
Polisi Bentuk Tim Khusus Selidiki Kasus Pembunuhan Pelajar di Kendari





