Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah Sultra Juga Jadi Penyebab Asap Tipis Selimuti Langit Kendari

Kebakaran Lahan di Sejumlah Daerah Sultra Juga Jadi Penyebab Asap Tipis Selimuti Langit Kendari
Lanskap Masjid Al-Alam Kendari saat diselimuti kabut. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (9/10/2026).

Kendari – Asap tipis yang menyelimuti Kota Kendari sejak beberapa hari terakhir tidak hanya kiriman dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan. Melainkan juga berasal dari kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan dari hasil pemantauan satelit Himawari-9 pada Kamis (8/10/2026),menunjukkan sebaran asap di sejumlah daerah, di antaranya Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Buton Selatan (Busel), Buton, Buton Utara (Butur), Wakatobi, dan Muna.

“Sebaran asap yang terjadi di Sultra bukan hanya disebabkan dari kebakaran lahan dari wilayah Sultra, tetapi juga dari luar wilayah Sultra yakni dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan,” kata Habibie, Kamis (8/10).

Laporan yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga Rabu (7/10), terdapat 304 titik panas yang terdiri atas 220 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah, 50 titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, dan 34 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Berdasarkan sebaran wilayah, Konawe menjadi daerah dengan titik panas paling tinggi yakni sebanyak 66, lalu Muna dengan 51 titik, serta Butur dengan 47 titik.

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Masyarakat juga diminta menutup jendela rumah ketika kondisi asap mulai pekat.

Kelompok rentan, seperti balita, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk meminimalkan paparan asap.

Penurunan jarak pandang juga perlu diwaspadai pengguna transportasi laut dan udara. BMKG mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika jarak pandang mengalami penurunan signifikan.

BMKG Ungkap asal Asap Tipis yang Selimuti Langit Kendari dan Sekitarnya

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten