Kejari Wakatobi Respons Pernyataan Eks Ketua STAI Wakatobi soal Keinginan Dipanggil APH
Wakatobi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi menanggapi pernyataan mantan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi, Suruddin, yang sebelumnya menyampaikan keinginan untuk dipanggil oleh aparat penegak hukum (APH), termasuk kejaksaan.
Pernyataan itu disampaikan Suruddin usai prosesi wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) At-Taqwa Gegerkalong Bandung pada Rabu (20/5/2026).
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Wakatobi, Reza Kharisma Wibowo, mengatakan pihak kejaksaan terbuka terhadap upaya klarifikasi secara transparan antara pihak terkait.
“Kalau beliau mau datang, datang saja ke sini menyampaikan beberapa hal, biar kita sama-sama klarifikasi di sini,” ujar Reza saat ditemui Kendariinfo di Kejari Wakatobi, Selasa (26/5).
Dalam laporan yang dilayangkan Forum Mahasiswa STAI Wakatobi pada Senin (18/5), Suruddin diduga terlibat bersama mantan Bendahara STAI Wakatobi, La Dao, serta mantan pembantu bendahara, Bahasana. Ketiganya dilaporkan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun anggaran 2022 – 2025.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kejaksaan saat ini tengah mengumpulkan bahan keterangan untuk menentukan ranah perkara masuk ke pihak Kejari Wakatobi atau tidak. Namun, saat laporan pengaduan diperiksa, dokumen yang disetor pihak terlapor dinilai belum lengkap. Terlapor kemudian dipanggil kembali untuk melengkapi bukti pendukung.
“Kemudian karena materinya masuk di ruang negara, kita telaah dan kumpulkan bahan keterangan dulu. Setelah saya baca laporan pengaduan, itu belum lengkap. Makanya kemarin saya panggil lagi orang itu ke sini untuk melengkapi bukti bahwa yang bersangkutan terima uang negara dari KIP itu,” jelas Reza.
Pihak kejaksaan juga akan meminta keterangan pihak STAI Wakatobi terkait dugaan penarikan uang sebesar Rp38 juta oleh mantan pembantu bendahara. Di sisi lain, Reza turut mengapresiasi keberanian mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi meski digelar di tengah guyuran hujan.
“Bantu kami untuk bisa terang benderang. Anak-anak kampusnya yang berani speak up. Mereka sampai demo di depan hujan-hujanan. Saya salut. Cuma jangan sampai mereka ini semangat, tapi hal yang mereka adukan itu tidak ada yang masuk di kewenangan kami. Kami akan melakukan pulbaket, kewenangan itu masuk di kewenangan kami atau tidak,” pungkasnya.
Pengakuan Dugaan Biaya Wisuda Rp10 juta, Nama Eks Ketua STAI Wakatobi Kembali Terseret
