Kelompok Warga yang Bentrok Gelar Deklarasi Damai, Pj. Bupati Buton Ajak Pemuda Bersinergi Bangun Daerah

Buton – Dua kelompok warga yang sempat terlibat bentrok di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar deklarasi damai, Minggu (2/7/2023). Dalam deklarasi itu, Pj. Bupati Buton, Basiran mengajak seluruh elemen pemuda agar bersinergi membangun daerah tercinta.
Deklarasi damai ini dipimpin langsung oleh Basiran. Turut hadir Kapolres Buton, AKBP Rudy Silaen; Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Ketut Janji; sejumlah perwakilan Forkopimda lingkup Pemkab Buton; para lurah; tokoh agama; tokoh adat; tokoh perempuan; dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Basiran menegaskan bahwa Buton adalah salah satu kabupaten yang memiliki banyak ras dan budaya. Perbedaan seharusnya dikemas menjadi satu kesatuan guna menciptakan keunikan tersendiri untuk daerah tersebut.

Namun, jika pemuda dan warganya bercerai-berai atau terlibat bentrok seperti yang terjadi beberapa hari lalu, daerah yang dicintai itu akan mendapat penilaian buruk terhadap masyarakat luar lainnya.
Basiran tak menampik, konflik sosial yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor, dua di antaranya adalah berkaitan dengan minimnya kesadaran terhadap nilai-nilai agama dan status sosial masyarakat itu sendiri.
Olehnya itu, mantan Kepala BPKAD Sultra ini mengajak seluruh elemen untuk saling bergandengan menjaga silaturahmi. Untuk para orang tua, ia berharap agar mereka bisa memberikan dedikasi dan ilmu agama kepada para generasi muda guna terciptanya kesadaran dan arti penting persaudaraan.
“Termasuk masjid-masjid, kita ramaikan dan ajak anak-anak kita agar menambah ilmu di bidang keagamaan,” ujarnya.
Untuk para pemuda yang statusnya di lingkungan sosial belum memiliki pekerjaan, pihaknya akan menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengasah kemampuan generasi muda sesuai bakat yang mereka miliki.
Sementara itu, sejumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat pertikaian dua kelompok itu, Pemkab Buton akan segera melakukan perbaikan.
“Saya harap ini tidak terulang lagi, mari perbaiki masa depan hidup kita, daerah kita, agar hubungan antara sesama tetap terjalin,” tambahnya.
Ia pun menitip harapan besar kepada para pemuda yang terlibat bentrok, agar deklarasi damai yang dilakukan bukan hanya sekadar label saja tetapi benar-benar diamalkan dan dilakukan guna menjaga kekondusifan, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Buton.




