Keluarga Korban Buka Suara soal Kasus Peluru Nyasar Polisi di Kendari

Kendari – Keluarga korban membuka suara soal kasus peluru nyasar milik polisi yang melakukan pengejaran terhadap komplotan pembegal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (11/2/2024).
Bocah yang menjadi korban peluru nyasar polisi ialah SF (13). Paman SF, Iswan (35), mengaku keponakannya mengalami luka di punggung sebelah kiri. Namun kondisinya telah membaik usai menjalani operasi di RS Bhayangkara Kendari.
“Alhamdulillah sudah baik. Sudah operasi tadi,” katanya kepada Kendariinfo.
Iswan menyebut, ia tidak menyangka insiden peluru nyasar ini akan menimpa keponakannya yang sedang tidur. Namun, ia juga meyakini bahwa tindakan aparat kepolisian bukanlah unsur kesengajaan.
Olehnya itu, ia menegaskan kepada seluruh masyarakat agar kasus ini tidak dibesar-besarkan lagi. Pihak keluarga sudah menerima dan bisa memaklumi ini sebagai unsur bukan kesengajaan.
“Pasti tidak disengaja. Kami bisa memaklumi dan memaafkan itu dan semoga insiden ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pihak keluarga mengapresiasi upaya kepolisian yang terang benderang mengakui kesalahan serta langsung memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
Terkait maraknya kasus kejahatan jalanan, Iswan berharap agar kepolisian tak henti-henti melakukan patroli sesuai SOP yang berlaku guna menjaga keamanan di Kota Kendari.
“Tentu kita inginkan Kota Kendari ini aman dan tertib. Kalau tidak ada patroli, kita juga ragu-ragu ke luar rumah apalagi adanya teror komplotan remaja yang suka membawa sajam,” tutupnya.
Bocah di Kendari Terkena Peluru Nyasar Polisi yang Kejar Begal





