Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Keluarga Korban yang Dibunuh di Pelabuhan Fery Tobaku Bongkar Paksa Rumah Pelaku

Keluarga Korban yang Dibunuh di Pelabuhan Fery Tobaku Bongkar Paksa Rumah Pelaku
Keluarga korban inisial AL (37) yang dibunuh di Pelabuhan Fery Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) membongkar paksa rumah pelaku inisial AD (21) di Desa Katoi, Kecamatan Katoi. Foto: Istimewa. (26/8/2022).

Kolaka Utara – Keluarga korban inisial AL (37) yang dibunuh di Pelabuhan Fery Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) membongkar paksa rumah pelaku inisial AD (21) di Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kolut, Jumat (26/8/2022).

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Husni Abda saat dikonfirmasi Kendariinfo membenarkan kejadian tersebut. Dia membeberkan, pembongkaran rumah itu telah mendapat persetujuan dari orang tua pelaku.

“Itu sudah persetujuan orang tua pelaku. Pembongkaran difasilitasi oleh pemerintah kecamatan dan desa. Yang membongkar juga aparat desa,” bebernya kepada Kendariinfo.

Pria inisial AD yang dibunuh di Pelabuhan Fery Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Dia mengatakan, pembongkaran rumah pelaku yang berada di Dusun II, Desa Katoi, Kecamatan Katoi itu karena sering dijadikan sebagai tempat pesta minuman keras (miras).

“Jadi masyarakat menyampaikan bahwa di rumah itu sering dijadikan tempat minum-minuman keras. Sebelumnya sudah pernah ada kejadian penganiayaan juga berawal dari minum-minuman keras di rumah itu,” kata dia.

Sebelumnya, AD menikam AL hingga tewas di Pelabuhan Fery Tobaku, Desa Katoi, Kecamatan Katoi pada Kamis (25/8). AD yang dalam kondisi pengaruh miras menikam AL karena tidak terima dibentak saat menanyakan harga tiket kapal feri.

“AD mengambil badik yang berada di pinggangnya dan mendekati AL. Kemudian menusuk sebanyak satu kali bagian dada sebelah kiri AL, sehingga korban terjatuh lalu AD menusuk lagi di bagian dada kanan. Kemudian menusuk kembali di bagian perut korban,” ungkap Husni.

Baca Juga:  2 Nelayan Butur Aniaya Anak di Bawah Umur, 1 Pelaku Eks Napi Pembunuhan

Warga yang melihat kejadian itu pun kemudian menahan tangan AD. Setelah itu, AL yang mendapat tikaman pun dilarikan ke Rumah Sakit Djafar Harun untuk mendapatkan perawatan medis. Namun di tengah perjalanan, nyawa AL sudah tidak tertolong.

Atas perbuatannya, AD dikenakan Pasal 338 subs 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten