Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Kenaikan Harga Tiket Kapal Penumpang di Sultra Harusnya Tak Boleh Sepihak

Kenaikan Harga Tiket Kapal Penumpang di Sultra Harusnya Tak Boleh Sepihak
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan. Foto: Istimewa. (5/9/2022).

Kendari – Harga tiket kapal penyeberangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan seiring dengan penetapan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang baru. Meski dianggap wajar, penetapan kenaikan harga tiket kapal penyeberangan di Sultra seharusnya tidak boleh sepihak dari perusahaan.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, mengatakan penetapan tarif tiket kapal penyeberangan harus melalui keputusan gubernur. Di mana pengusaha atau pemilik kapal harusnya terlebih dahulu mengajukan permohonan kenaikan tarif sebelum menetapkan harga tiket.

“Aturannya itu harus bermohon kepada pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur lewat Dinas Perhubungan untuk meminta kenaikan tarif,” kata Rajulan kepada wartawan, Senin (5/8/2022).

Dari permohonan tersebut, Dinas Perhubungan akan melakukan peninjauan atau survei layak dan tidaknya tarif yang diajukan para pemilik kapal. Setelah itu, pemerintah dan pemilik kapal meremukkan kembali tarif yang akan ditetapkan nantinya.

“Dari situ kita akan lihat, tinjau, dan survei seberapa besar layaknya kenaikan tarif yang diajukan,” jelasnya.

Rajulan mengaku belum menerima laporan langsung kenaikan tarif tiket kapal penyeberangan di Sultra. Meski begitu, pihaknya telah memberikan imbauan agar pemilik kapal tidak menaikkan harga tiket sendiri-sendiri sebelum adanya keputusan gubernur.

“Katanya mulai hari ini menaikkan tarif, tetapi saya belum terima juga laporannya. Tapi yang jelas kami sudah memberikan imbauan kepada mereka bahwa jangan menaikkan tarif sendiri-sendiri, harus kita remukan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  Pelajar Penabrak Polantas di Kendari Ditetapkan Sebagai Tersangka

Namun dia juga tak dapat menafikan bahwa kenaikan BBM yang sangat signifikan berdampak pada semua aspek, termasuk tiket kapal penyeberangan di Sultra. Dia pun menilai kenaikan harga tiket kapal penyeberangan sangat wajar.

“Dengan kenaikan BBM yang diumumkan pemerintah pada hari kemarin, tentu ini berdampak pada seluruh sektor. Tentu ini sangat logis atau wajar, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan oleh para pengusaha kapal bahwa kenaikan harga tidak boleh semaunya dia,” ungkapnya.

Sementara itu, PT Dharma Indah sebagai perusahaan penyedia kapal penumpang yang melayani rute Kendari – Raha – Baubau dan sebaliknya menaikkan harga tiket per hari ini, Senin (5/9). Salah satu alasan kenaikan tikel kapal adalah harga BBM subsidi yang ikut melambung.

Kepala Operasional PT Pelayaran Dharma Indah Kendari, Sardif, mengatakan kenaikan harga tiket mencapai 25 persen. Alasan lain penyesuaian harga tiket adalah naiknya onderdil atau suku cadang kapal. Dengan kenaikan BBM subsidi dan onderdil, pihak perusahaan juga terpaksa ikut menyesuaikan harga tiket.

“Kapal penumpang memang menggunakan BBM subsidi. Masalahnya di sini harga onderdil dan alat-alat kapal itu naik juga harganya. Jadi bukan semata-mata BBM subsidi itu,” ungkapnya.

Meski perubahan harga tiket kapal Kendari – Raha – Baubau dilakukan sepihak oleh perusahaan, Sardif mengaku akan segera bersurat ke dinas terkait. Sejauh ini, pihaknya pun belum mendapat keluhan dari penumpang yang menggunakan jasa kapal Kendari – Raha – Baubau.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  Pembelajaran Siswa SMA di Sultra Masih Terbatas

“Sejauh ini belum ada keluhan, mungkin nanti dilihat satu minggu ke depan. Kami juga akan bersurat ke dinas terkait, di DPRD, Dinas Perhubungan, maupun KSOP. Mungkin nanti ada perubahan sedikit,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten