Kesehatan Menurun di Tanah Suci, Jemaah Haji asal Bombana Dipulangkan Lebih Awal ke Indonesia

Bombana – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sanusi Bin Pasanra, dipulangkan lebih awal ke Indonesia setelah kondisi kesehatannya menurun saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Jemaah yang tergabung dalam Kloter 38 tersebut dipulangkan melalui mekanisme tanazul atau perpindahan ke kelompok terbang yang lebih awal atas rekomendasi tim kesehatan.
Sesuai jadwal seharusnya Kloter 38 akan berangkat dari Madinah pada 28 Juni, tiba di Makassar pada 29 Juni, dan kembali ke Sultra pada 30 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan jemaah setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus.
“Beliau ditanazulkan dari Kloter 38 ke Kloter 31. Langkah ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kesehatan dan keselamatan jemaah,” ujar Lalan di Embarkasi Makassar, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, dua hari sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Sanusi sempat menjalani pemeriksaan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Sektor Makkah karena kondisi fisiknya menurun.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, kadar hemoglobin (HB) Sanusi tercatat hanya 5,9 gram per desiliter atau jauh di bawah batas normal. Tim medis juga mendeteksi adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Setelah itu, Sanusi dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan ia memiliki riwayat penyakit jantung, sementara dugaan batu ginjal yang sebelumnya terdeteksi tidak ditemukan.
Menurut Lalan, selama berada di tanah suci, Sanusi tidak mengonsumsi obat jantung secara rutin karena merasa kondisi tubuhnya masih stabil.
Selain mengalami anemia, kondisi fisik jemaah tersebut juga dilaporkan melemah. Penurunan kebugaran, terutama pada bagian lutut, membuat aktivitasnya selama menjalankan ibadah menjadi terbatas.
Meski demikian, kondisi kesehatan Sanusi kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Usai menyelesaikan proses kedatangan di Embarkasi Makassar, ia dijadwalkan dijemput keluarganya untuk melanjutkan pemulihan.
Lalan menegaskan, kebijakan tanazul menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk memastikan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan tetap memperoleh perlindungan dan pelayanan medis yang maksimal selama penyelenggaraan ibadah haji.





