Kisah Pak Hasan, Lansia yang Bertahan Hidup di Gubuk Tua Pedalaman Hutan Labibia Kendari

Kendari – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Hasan membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Pasalnya, ia tinggal di sebuah gubuk tua yang tak layak huni bahkan nyaris roboh di pedalaman Hutan Labibia atau tepatnya di RW 02 – RT 05, Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.
Kakek Hasan tinggal di tempat itu sejak puluhan tahun lalu bersama sang istri. Namun, saat ini ia sebatang kara sebab istri tercintanya lebih dulu meninggalkan dirinya beberapa tahun lalu.
Di usia mudanya dulu, kakek Hasan dikenal sebagai orang yang tekun dan rajin bekerja. Untuk mencari sesuap nasi, ia menawarkan jasa sebagai tukang panjat kelapa. Upahnya tak seberapa namun ia selalu bersyukur dari setiap rezeki yang ia terima.

Usia kakek Hasan kini hampir seabad. Tubuh rentanya tak lagi mampu memanjat pohon kelapa. Namun untuk tetap mengumpulkan pundi-pundi rupiah, ia tidak ingin mengeluh sehingga lebih memilih bekerja dan menawarkan jasa angkat barang di beberapa pasar yang ada di Kota Kendari.
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Mandonga, Aipda Junardin Syarif mengatakan, ia telah mendatangi langsung rumah kakek Hasan namun jarang bertemu dengannya. Sebab ia telah meninggalkan rumah sejak matahari terbit dan pulang ke rumah usai matahari terbenam.
Menurut Junardin, kakek Hasan kerap berjalan kaki menyisiri jalan dengan raut wajahnya yang semakin menua menuju pasar tempat ia bekerja. Biasanya ia berada di Pasar Lawata, Pasar Basah Mandonga, bahkan hingga di Pasar Sentral Kota Lama, Kendari.
“Kalau ada warga yang lihat dia jalan kaki, mereka pasti beri tumpangan. Biasanya pagi atau tengah malam dia jalan kaki,” katanya, Rabu (23/8/2023).

Junardin menceritakan detik-detik saat ia bersama warga mendatangi rumah kakek Hasan yang ada di pedalamam Hutan Labibia. Ia sempat terkejut sebab gubuk kakek Hasan ini dinilai sudah tak layak huni dan sangat memprihatinkan.
Seluruh bahan bangunan telah lapuk dimakan rayap. Atap dan dinding berlubang dan kemasukan air saat hujan turun. Parahnya lagi, kondisi rumah nyaris ambruk apalagi bisa membahayakan nyawanya jika angin kencang tiba-tiba datang.
Lantai rumahnya juga sudah hancur, hanya beralas tanah. Perabotan-perabotan bekas ada di sekitaran rumah dan berhamburan sampai di dalam gubuk kecilnya. Tidak hanya itu, gubuk tersebut tidak dialiri listrik dan kakek Hasan tak memiliki satu pun tetangga.
Melihat kondisi gubuk dan kehidupan kakek Hasan yang kian memprihatinkan, Bhabinkamtibmas Polsek Mandonga ini hanya bisa membantunya dengan seadanya saja. Sesekali ia berbagi rezeki bahkan ikut membersihkan rumahnya bersama warga lainnya meskipun kakek Hasan tak berada di gubuk itu.
Untuk membantu kakek Hasan, Junardin berharap ada masyarakat yang mau mengulurkan tangannya demi membantu kehidupan pak Hasan di usianya yang semakin menua.
“Melalui kesempatan ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat kiranya ada yang mau berdonasi. Kita sama-sama bantu demi meringankan beban pak Hasan selama menjalani hidupnya,” pungkasnya.





