Kloter Terakhir JCH asal Sultra Dilepas, Total 2.016 Jemaah Diberangkatkan

Makassar – Proses pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2025 tuntas. Kloter 39 UPG menjadi kelompok terakhir yang dilepas dari embarkasi Makassar, Jumat (30/5/2025). Sehingga total 2.016 jemaah kini sudah berangkat menunaikan ibadah haji.
Kloter 39 UPG merupakan gabungan dari sejumlah kabupaten, yakni Buton, Muna, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Utara (Kolut), Kolaka Timur (Koltim), Konawe Kepulauan (Konkep), dan Buton Selatan (Busel). Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih dari pihak embarkasi kepada ketua kloter, disaksikan oleh jajaran Kanwil Kemenag Sultra dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari masing-masing kabupaten/kota.
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh yang saat ini berada di Arab Saudi sebagai bagian dari Tim Monitoring dan Evaluasi Haji Indonesia, mengapresiasi sinergi semua pihak dalam memastikan kelancaran proses pemberangkatan.
Saleh menyampaikan rasa terima kasih kepada PPIH Sultra, pemerintah daerah, serta pihak embarkasi Makassar atas kerja keras dan koordinasi yang solid.
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah haji Sultra berjalan lancar dan tertib. Terima kasih atas kontribusi semua pihak. Mari kita doakan agar seluruh jemaah sehat, ibadahnya dimudahkan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujar Saleh dikutip dari laman Kemenag Sultra.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Lalan Jaya menuturkan, total jemaah haji asal Sultra tahun ini mencapai 2.016 orang yang tersebar dalam enam kloter. Lima di antaranya merupakan kloter utuh, sementara satu kloter merupakan gabungan dengan jemaah dari Sulsel dan Papua.
Katanya, jemaah haji asal Sultra tahun ini harusnya sebanyak 2.018 orang, namun satu jemaah asal Kota Kendari dinyatakan tidak layak terbang akibat kondisi kesehatan dan saat ini sedang menjalani perawatan di RS Wahidin Makassar. Jemaah itu akan dipulangkan kembali ke daerah asal, Sabtu (31/5) dengan pendampingan dari tim PPIH dan tenaga kesehatan. Selain itu, satu jemaah asal Buton Tengah (Buteng) juga menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.





