Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Komplotan Remaja di Watopute Muna Palak dan Hajar 2 Pemotor hingga Bersimbah Darah, 1 Tewas Usai Kritis di RS

Komplotan Remaja di Watopute Muna Palak dan Hajar 2 Pemotor hingga Bersimbah Darah, 1 Tewas Usai Kritis di RS
Kondisi korban bernama Rio yang mengalami luka di wajah usai dianiaya komplotan remaja di Muna. Foto: Istimewa.

Muna – Komplotan remaja memalak dan menghajar dua orang pemotor hingga bersimbah darah di Desa Bangkali, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna. Akibat kejadian itu, satu orang tewas setelah seminggu kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat.

Dua pemotor tersebut bernama Rio dan Ardi. Awalnya, keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor menuju Desa Labaha, Kecamatan Watopute untuk menghadiri acara Lulo, Minggu (8/10/2023), sekira pukul 21.00 Wita.

Usai menghadiri acara tersebut, pada Senin (9/10) sekira pukul 01.00 Wita, dini hari, Rio mengemudikan sepeda motor membonceng Ardi berencana pulang ke Desa Bangkali Barat.

Sesampainya di Lorong II, Desa Bangkali, Kecamatan Watopute, keduanya dilempari batu oleh sekelompok remaja mengenai wajah dan kepala mereka. Bahkan, para remaja itu melakukan pemalakan dan membentangkan bambu di tengah jalan sehingga motor yang digunakan jatuh dan terseret sekitar 50 meter. Akibat kejadian itu, Ardi dan Rio pun terperosok ke dalam selokan.

Di saat yang sama, komplotan remaja yang melakukan pemalakan dan pelemparan itu kembali menghajar keduanya. Akibatnya, Rio dan Ardi langsung tak sadarkan diri dalam selokan tersebut.

Beberapa menit kemudian, Ardi sadar dan langsung melihat Rio yang bersimbah darah dalam selokan. Saat itu, Ardi tak lagi melihat para remaja itu. Ia pun berusaha menolong rekannya namun karena kesulitan, Ardi meninggalkan TKP dan mencari pertolongan ke warga.

Baca Juga:  Pria Pembakar Ayah dan 2 Bocah di Baubau Dikabarkan Kabur ke Pulau Makassar

“Ardi sempat sadar, tapi sakit-sakit dan luka di badannya. Dia mau bantu Rio tapi karena posisinya sama-sama kesakitan, dia cari bantuan warga di Bangkali Barat,” kata kakak Rio bernama Arfa (22), Rabu (18/10).

Saat Ardi dan beberapa warga mendatangi TKP, mereka tak melihat Rio dalam selokan. Ternyata, Rio telah berpindah posisi dan ditemukan terbaring bersimbah darah di pekarangan rumah salah satu warga.

“Selanjutnya, Rio dibawa ke RSUD dr. LM Baharuddin Muna untuk menjalani perawatan medis, namun korban dirujuk di RSUD Muna Barat,” tambahnya.

Seminggu setelah menjalani perawatan medis di RSUD Muna Barat, pada Senin (16/10), Rio dikabarkan meninggal dunia. Selanjutnya, jenazahnya dipulangkan ke rumah duka dan telah dimakamkan saat itu juga.

Atas insiden yang menimpa adik kandungnya, Arfa berharap agar Polsek Watopute dan Polres Muna bisa memberikan efek jera dan menangkap para pelaku.

Secara terpisah, Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin saat dikonfirmasi mengaku sedang berkoordinasi dengan penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Saya cek dulu,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten