Korban Dugaan Keracunan MBG di Konawe Jadi 42 Orang, SPPG Tongauna-Asao Ditutup Sementara

Konawe – Jumlah orang yang diduga mengalami keracunan makan bergizi gratis (MBG) di SMAN 20 Konawe, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), bertambah menjadi 42 orang dari laporan awal 27. Mereka terdiri dari 37 siswa dan 5 orang guru yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan pada Kamis (24/9/2026).
Kepala SMAN 20 Konawe, Agustan, mengatakan total siswa yang mengalami keracunan sebanyak 37 orang. 7 orang telah dipulangkan karena kondisinya sudah membaik. Sedangkan 30 orang lainnya masih dalam proses perawatan.
“Total semua 37 orang, 7 sudah dipulangkan karena sudah sehat. 29 orang masih dirawat di RSUD Konawe dan 1 orang di RS Setia Bunda,” kata Agustan kepada Kendariinfo.
Sedangkan lima guru lainnya yang sempat mengalami keluhan sama segera melakukan pendampingan mandiri. “Ada lima guru yang ikut konsumsi dan merasakan gejala, tapi mereka langsung minum air kelapa jadi tidak dirawat mereka,” bebernya.
MBG yang dibagikan kepada siswa di sekolah tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tongauna-Asao.
Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe, Alfred, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan. Sampel tersebut diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Konawe untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan.
“Untuk penyebabnya masih dilakukan uji laboratorium di Labkesda Konawe,” kata Alfred.
Di sisi lain, polisi turut memantau kondisi para korban yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, memimpin langsung pemantauan tersebut didampingi Kabag Ops, AKP Kadek Sujayana; dan Kasat Intelkam, Iptu Hamsar.
Selain proses pemeriksaan terhadap sampel makanan, operasional SPPG Tongauna-Asao juga dihentikan sementara. Penghentian tersebut dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat setelah terjadinya dugaan keracunan.
Koordinator Wilayah Kabupaten Konawe untuk SPPG dan BGN, Nopri Al Ikmansyah, mengatakan penghentian tersebut telah resmi dilakukan. Surat keputusan terkait penutupan sementara SPPG Tongauna-Asao juga telah diterbitkan.
“Sudah resmi ditutup dan suratnya sudah terbit,” katanya.
Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa dan seorang guru tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan yang menjadi penyebab serta kaitannya dengan dugaan keracunan tersebut.
27 Siswa Keracunan, Polisi Periksa Sampel MBG dan Dapur SPPG di Konawe




