Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Kotak Amal Masjid di Kendari Dikuras Maling, Pelaku Sempat Santai Ajak Warga Mengobrol

Kotak Amal Masjid di Kendari Dikuras Maling, Pelaku Sempat Santai Ajak Warga Mengobrol
Pria bermasker yang terekam CCTV kuras isi kotak amal Masjid Alza Annur, Jalan Saano, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Seorang pria bermasker terekam CCTV saat mencuri kotak amal di Masjid Alza Annur, Jalan Saano, Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 17.20 Wita.

Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor matik berwarna hijau. Dalam rekaman CCTV, pria tersebut mengenakan kaos hitam dan celana jeans panjang. Ia diduga sengaja memanfaatkan kondisi masjid yang sepi sekitar 30 menit sebelum azan magrib berkumandang.

Marbot Masjid Alza Annur, Hermin (22), mengatakan pelaku sempat berpura-pura santai mengobrol dengan seorang warga di sekitar masjid.

“Pelaku sempat mengobrol dengan pekerja di teras masjid, jadi orang tidak curiga,” kata Hermin, Senin (25/5).

Menurut Hermin, sebelum pelaku beraksi ada petugas masjid yang duduk membaca Al-Qur’an di dalam ruangan sekitar pukul 17.00 Wita. Namun sekitar 10 menit kemudian, petugas tersebut meninggalkan masjid dan pelaku mulai mondar-mandir di area masjid.

Setelah situasi dinilai aman, pelaku langsung mengangkat dan membongkar kotak amal berbahan kaca yang berada di depan pintu masuk utama masjid. Dari rekaman CCTV, pelaku terlihat menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk menguras seluruh isi kotak amal tersebut.

Setelah menguras habis uang kotak amal, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor yang dibawanya.

Pihak pengelola masjid memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp2 juta. Uang dalam kotak amal diketahui terakhir dikosongkan pada 9 Mei 2026 atau sekitar dua minggu sebelum kejadian.

“Terakhir kami buka sekitar dua minggu lalu, jadi memang sudah cukup banyak isinya,” ujar Hermin.

Hermin mengungkapkan, dirinya telah mendatangi Polres Kendari untuk membuat laporan polisi. Namun laporan resmi belum diterbitkan karena antrean pelayanan yang padat.

“Kami rencanakan lanjut melapor lagi,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten