Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Lansia asal Kendari Ditemukan Meninggal di Jembatan Merah Putih Ambon, Keluarga Belum Datang

0
0
Aparat kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jenazah seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Frans Juzuph asal Kota Kendari yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Jembatan Merah Putih Ambon. Foto: Istimewa.

Kendari – Seorang pria lanjut usia (lansia) asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan meninggal dunia di Kota Ambon, Maluku. Hingga kini, pihak keluarga korban belum diketahui atau datang untuk menjemput jenazah yang masih berada di rumah sakit.

Informasi tersebut disampaikan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon melalui unggahan Instagram resminya.

“Telah ditemukan jenazah lansia dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini, jenazah berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Tantui, Kota Ambon,” tulisnya, Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan penemuan mayat tersebut, korban diketahui bernama Frans Juzuph alias La Bosa (67), warga Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kendari.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Senin (27/4) malam, sekitar pukul 19.30 WIT. Korban diduga melompat dari atas jembatan ke perairan Desa Galala, Kecamatan Sirimau.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Janet Luhukay, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi bernama Zahman, anggota Polri yang sedang berada di bawah Jembatan JMP Ambon.

“Saksi mengaku mendengar teriakan dari atas jembatan, disusul suara hempasan benda ke laut. Awalnya saksi menduga ada sampah yang dibuang dari atas jembatan, namun karena curiga kami berpencar mencari sumber suara,” katanya dikutip dari Malukuterkini.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi mengapung di laut dan dievakuasi ke perahu oleh saksi. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah dibawa ke pesisir pantai Desa Galala sebelum dievakuasi lebih lanjut.

Sekitar pukul 20.25 WIT, ambulans dari RS Bhayangkara Ambon tiba di lokasi dan membawa jenazah ke rumah sakit. Identitas korban sempat tidak diketahui di lokasi kejadian, namun setelah penelusuran oleh tim Inafis bersama aparat setempat ke tempat tinggal korban, identitasnya berhasil dipastikan melalui KTP.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan buruh harian lepas yang tinggal di sebuah indekos di kawasan Hative Kecil. Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya karena tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan pribadi sebelum kejadian.

Dinsos Kota Ambon juga mengimbau masyarakat yang mengenal atau mengetahui keluarga korban agar segera menghubungi pihak terkait guna membantu proses pemulangan jenazah. Untuk nomor WhatsApp Dinsos Ambon silakan menghubungi 081248914591.

Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif pasti di balik peristiwa tersebut.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: