Layanan Darurat Kendari Terima 3.121 Panggilan Masuk Sepanjang September 2026, Damkarmat Paling Banyak
Kendari – Layanan kedaruratan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menerima 3.121 panggilan sepanjang September 2026, dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) menjadi instansi yang paling banyak menerima laporan untuk ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto, mengatakan dari ribuan panggilan tersebut, sebanyak 2.157 panggilan dinyatakan valid. Sementara 964 panggilan lainnya masuk kategori tidak valid, termasuk prank dan ghost call.
“Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan respons cepat ketika menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan bantuan dari instansi terkait,” kata Sahuriyanto saat dihubungi Kendariinfo, Senin (5/10/2026).
Dari ribuan panggilan valid itu, petugas meneruskan laporan sesuai jenis kejadian kepada instansi yang memiliki kewenangan. Sepanjang September, terdapat 246 tiket laporan yang diteruskan untuk mendapatkan penanganan.
Damkarmat menjadi instansi dengan jumlah laporan terbanyak, yakni 53 tiket. Angka tersebut menempatkan Damkarmat di posisi teratas dalam penanganan laporan masyarakat melalui layanan kedaruratan Pemkot Kendari.
Posisi berikutnya ditempati Dinas Perhubungan dengan 35 laporan dan PLN sebanyak 30 laporan. Kemudian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menerima 26 laporan, Satpol PP 24 laporan, Polres 20 laporan, BPBD 14 laporan, serta Dinas Sosial 12 laporan.
Laporan lainnya diteruskan kepada Dinas Kesehatan sebanyak 7 tiket, PDAM 5 tiket, Kecamatan Kendari Barat 4 tiket, dan Dinas Pertanian 3 tiket.
Sementara PUPR, RSUD, Kecamatan Kambu, dan Kecamatan Wuawua masing-masing menerima 2 laporan. Dinas Pemuda dan Olahraga, Kecamatan Poasia, Kecamatan Kadia, Kecamatan Baruga, dan Kecamatan Kendari masing-masing menerima 1 laporan.
Dari 246 tiket yang diteruskan, sebanyak 168 laporan telah selesai ditangani. Sementara 78 laporan lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Sahuriyanto mengatakan laporan yang masuk melalui layanan tersebut memiliki jenis persoalan yang beragam. Masyarakat melaporkan kejadian darurat, gangguan layanan publik, persoalan lalu lintas, masalah lingkungan, keamanan, hingga kebutuhan bantuan sosial.
Selain jumlah laporan, Pemkot Kendari juga mengevaluasi tingkat layanan melalui Service Level Agreement (SLA). Data September menunjukkan kualitas layanan mengalami peningkatan sebesar 69 persen, sedangkan 31 persen lainnya tercatat mengalami penurunan.
