Lurah di Konsel Hentikan Pertandingan Tarkam Gegara Tim Pakai Baju Berjargon Calon Kepala Daerah

Konawe Selatan – Lurah Punggaluku, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menghentikan pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) gara-gara salah satu tim kesebelasan memakai baju berjargon bakal calon kepala daerah.
Lurah Punggaluku, Ariani Ningsih, mengamuk dan mengancam panitia. Ariani Ningsih meminta agar panitia tidak melanjutkan pertandingan sepak bola yang mempertemukan kesebelasan Lerepako FC melawan Punggaluku FC.
Saat Ariani Ningsih mengamuk di tepi lapangan, ia direkam warga. Video Ariani Ningsih pun viral di media sosial dan menuai pro kontra kalangan netizen, Jumat (23/8/2024).
“Dari awal memang saya tidak mau ada pertandingan bola di Punggaluku. Ini pertandingan, Pemerintah Kecamatan Laeya yang lakukan. Kalian seenaknya menggunakan kostum mengatasnamakan calon yang mau maju di pilkada. Kalian tentang saya. Kalian tidak pernah menghargai saya sebagai lurah di Punggaluku,” kata Ariani Ningsih.
Ariani menegaskan, para pemain dipersilakan untuk melanjutkan pertandingan, tetapi tidak boleh menggunakan seragam berjargon salah satu bakal calon kepala daerah.
“Kalau kalian tetap main, mungkin akan terjadi sesuatu,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga berinisial A menyebut baju yang digunakan kesebelasan Punggaluku FC disponsori Radan-Rasyid dan bertuliskan Rumah Rakyat Konawe Selatan. Menurut A, seragam yang digunakan disponsori bakal calon kepala daerah itu karena Lurah Punggaluku dinilai tidak memberikan kontribusi kepada para pemain.
“Ibu lurah ini tidak ada sepeser pun bantuannya. Biar untuk pembeli air mineral saja tidak ada,” kesalnya.
A menyebut penggunaan seragam yang disponsori pasangan bakal calon kepala daerah seharusnya tidak perlu menjadi masalah. Apalagi belum ada penetapan dari KPU Konsel. Olehnya itu, A menilai bahwa tindakan Lurah Punggaluku terlalu berlebihan.





