Mahasiswa Demo Kenaikan BBM dan Lemahnya Rupiah di Kendari
Kendari – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah di Perempatan Pasar Baru, Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (11/6/2026) sore.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 17.20 Wita, massa aksi tampak melakukan orasi secara bergantian di tengah jalan. Mereka membawa sejumlah spanduk dan menyuarakan tuntutan kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi yang dinilai makin membebani masyarakat.
Aksi itu sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan. Sejumlah kendaraan dari berbagai arah terlihat tersendat, karena sebagian badan jalan digunakan massa untuk menyampaikan aspirasi.
Selain berorasi, mahasiswa juga membakar ban bekas di tengah jalan. Kepulan asap hitam dari ban yang dibakar terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Personel kepolisian tampak turun langsung melakukan pengamanan di lokasi aksi. Petugas berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama demonstrasi berlangsung.
“Kebijakan ini kian mencekik rakyat. Beban ekonomi masyarakat sudah berat, ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM yang berdampak pada rantai distribusi dan harga barang kebutuhan lainnya,” ujar salah satu massa aksi saat menyampaikan orasi.
Mahasiswa menilai pemerintah kurang mempertimbangkan dampak ekonomi maupun psikologis yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
