Mahasiswa KKN UHO Kendari Edukasi Bahaya Diabetes Melitus kepada Pelajar SMP Negeri 1 Watubangga

Kolaka – Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) UHO Kendari dari Program Studi Kesehatan Masyarakat menggelar edukasi tentang bahaya diabetes melitus kepada siswa SMP Negeri 1 Watubangga, Kelurahan Tandebura, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (25/7/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai risiko penyakit tidak menular yang kini juga dapat menyerang usia remaja.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian diabetes melitus, penyebab, faktor risiko, gejala, komplikasi, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan sejak dini. Para siswa juga diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengurangi makanan dan minuman tinggi gula.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab. Mahasiswa KKN juga membagikan leaflet berisi informasi singkat mengenai diabetes melitus agar peserta dapat kembali mempelajari materi setelah kegiatan selesai.
Penyelenggara sekaligus pemateri, Sulfi, mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UHO Kendari di Kelurahan Tandebura. Menurutnya, kegiatan itu difokuskan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai diabetes melitus yang tidak hanya berisiko dialami orang dewasa, tetapi juga remaja.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 1 Watubangga tentang diabetes melitus. Kami berharap materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar mereka terbiasa menjalani pola hidup sehat,” kata Sulfi.
Salah seorang peserta, Wulan, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai penyampaian materi berlangsung menarik karena diselingi berbagai permainan edukatif.
“Kegiatannya seru dan menyenangkan. Saya baru tahu ternyata diabetes melitus bukan hanya bisa dialami orang tua, tetapi remaja juga bisa terkena. Jadi kami harus mulai menjaga pola hidup sehat sejak sekarang,” ujarnya.





