Masih Berkeliaran, Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Komplotan Pengeroyokan Brutal di Tinanggea Konsel

Konawe Selatan – Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel) didesak segera menangkap terduga pelaku pengeroyokan yang terjadi di Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 22.11 Wita.
Dalam kasus ini, korban berinisial H diduga dikeroyok secara brutal oleh sekelompok orang di depan tempat kerjanya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami lebam di bagian wajah. Aksi pengeroyokan itu terekam jelas kamera CCTV.
Paman korban, berinisial A, mengatakan keponakannya telah membuat laporan polisi di Polsek Tinanggea sejak malam kejadian. Rekaman CCTV sebagai alat bukti juga telah diserahkan, termasuk hasil visum dari Puskesmas Tinanggea. Namun, hingga kini para terduga pelaku belum ditangkap.
“CCTV jelas, seharusnya bisa cepat ditangkap, tetapi sampai saat ini belum juga ditangkap oleh Polsek Tinanggea maupun Polres Konsel,” ujarnya, Minggu (17/5).
H membeberkan kronologi pengeroyokan itu terjadi ketika dirinya bersama sepupu dan seorang rekannya tengah menunggu jemputan di lokasi kejadian. Tiba-tiba, seorang pria bernama Alif bersama beberapa rekannya datang dan mengajak korban untuk balapan.
“Dia (Alif) mengajak sepupuku balapan, tetapi kami menawarkan balapan dengan temannya. Namun, dia justru tersinggung,” katanya.
Tak lama kemudian, Alif menelepon sejumlah rekannya. Selanjutnya, tiga pria yang tidak diketahui identitasnya berboncengan menggunakan sepeda motor tiba di lokasi kejadian.
Tanpa banyak bicara, salah seorang pria berbaju putih di antara mereka turun dari motor dan langsung melayangkan pukulan ke arah H. Aksi tersebut kemudian diikuti pria berbaju merah yang turut menyerang korban di depan tempat kerjanya.
“Ada tiga orang yang mengeroyok saya. Tidak ada yang saya kenal. Kalau yang saya kenal hanya Alif, yang mengajak balapan, tapi saya cek di CCTV, dia tidak memukul, hanya ajak teman-temannya,” bebernya.
Saat ini, korban masih menjalani pemeriksaan di Polsek Tinanggea. Pihak keluarga berharap kasus tersebut segera mendapat atensi agar para terduga pelaku dapat segera ditangkap dan diberi efek jera.
“Sampai sekarang belum ditangkap. Saya masih terus diperiksa. Mudah-mudahan segera ditangkap,” pungkasnya.





