Masyarakat Tolaki Kenang Peristiwa Sedarah hingga Malam di Kendari

Kendari – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Keluarga Besar Perkumpulan Masyarakat Tolaki berkumpul di perempatan Jalan M.T. Haryono dan THR, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengenang kematian Muhammad Randi dan Yusuf Kardawi, Minggu (26/9/2021).
Yusuf-Randi meninggal saat melakukan unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sultra) pada 26 September 2021. Kematian keduanya dikenal dengan peristiwa September Berdarah (Sedarah).
Ketua Perkumpulan Masyarakat Tolaki Cabang Kota Kendari, Muhammad Alkirap mengatakan, mereka berunjuk rasa sejak sore hingga malam. Aksi itu didasari ketidakadilan proses hukum terhadap pelaku pembunuhan Yusuf-Randi. Menurutnya, vonis empat tahun penjara kepada pelaku pembunuhan dinilai tidak sebanding dengan nyawa yang terenggut.

“Sampai malam ini, kita melakukan aksi kemanusiaan. Karena vonis empat tahun itu tidak sebanding sama sekali dengan nyawa dua orang yang notabenenya saat itu sedang menuntut keadilan,” katanya kepada Kendariinfo.
Dalam aksinya, massa mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sultra untuk membuka kasus tersebut seluas-luasnya kepada masyarakat.
“Tentunya kami mendesak kepada Bapak Kapolda Sultra, untuk membuka kedua kasus ini. Agar masyarakat tahu bagaimana kelanjutan kasus tersebut. Supaya tidak ada lagi pertanyaan, kalau sudah dibuka seluas-luasnya,” ujarnya.
Dia berharap, pelaku pembunuhan dua mahasiswa tersebut dapat dituntut seberat-beratnya.
“Kami harap vonisnya sesuai dengan harapan keluarga dan masyarakat pada umumnya. Kalau untuk empat tahun itu ringan sekali, tidak sebanding dengan kehilangan nyawa,” harapnya.
Dia menyebut, tersebut akan terus dilakukan hingga ada jawaban dari kepolisian sesuai yang diharapkan.
“Gerakan ini bukan gerakan awal, tapi akan berlanjut di kemudian hari. Bahkan besok kami akan bertandang ke Polda Sultra untuk mempertanyakan vonis pelaku yang masih ringan,” pungkasnya.





