Mayat Pria yang Ditemukan Mengapung di Perairan Bombana Ternyata Nelayan Berusia 70 Tahun

Bombana – Mayat pria yang ditemukan mengapung di perairan Tanjung Kabotu, Desa Masaloka Timur, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (7/10/2026), telah diketahui identitasnya. Korban merupakan nelayan berusia 70 tahun bernama Muhdin.
Kasat Reskrim Polres Bombana Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari mengatakan Muhdin merupakan warga Desa Masaloka Selatan, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya. Korban diketahui pergi melaut untuk memancing ikan menggunakan kapal body batang berbahan fiber sekitar pukul 06.00 Wita.
“Sekitar pukul 06.00 Wita, istri Muhdin bernama Wa Abe melihat korban pergi ke laut untuk memancing ikan menggunakan kapal body batang di perairan Tanjung Kabotu,” kata Cevin.
Sekitar pukul 09.00 Wita, saksi bernama Kasman yang melintas di perairan Tanjung Kabotu melihat sosok terapung di permukaan laut. Kasman kemudian memutar haluan kapalnya dan mendekati sosok tersebut. Saat berada sekitar lima meter dari lokasi, Kasman melihat sosok yang terapung itu merupakan mayat.
Kasman kemudian menuju Pelabuhan Desa Masaloka Timur dan memberitahukan penemuan tersebut kepada warga dan kepala desa setempat.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Kasman bersama sejumlah warga mendatangi lokasi. Jasad korban kemudian dievakuasi dengan cara mengikat tali pada pakaian korban dan menariknya menuju bibir pantai Desa Masaloka Timur.
Wakapolsek Rumbia Ipda Laode Pandi bersama personel Polsek Rumbia dan personel Polairud Bombana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jasad korban selanjutnya dibawa ke kediamannya di Desa Masaloka Selatan. Cevin mengatakan identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga.
Istri korban, Wa Eba, mengenali jenazah berdasarkan wajah yang masih dapat dikenali serta pakaian yang digunakan saat korban pergi memancing.
“Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan suaminya. Jenazah masih dalam keadaan utuh sehingga wajah dapat dikenali, ditambah pakaian yang digunakan identik dengan yang dikenakan saat pergi memancing,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh perawat Puskesmas Kepulauan Masaloka Raya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menyebut Muhdin memiliki riwayat penyakit asam urat dan stroke ringan. Sementara perkiraan waktu kematian korban sekitar dua jam sebelum jenazah ditemukan.
Hasil pemeriksaan medis juga memastikan jenazah berjenis kelamin laki-laki. Polisi masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.





