Mengaku Nyaman, Oppa Korea Nikahi Gadis Konsel di Landono

Konawe Selatan – Shin Jungkeun (40), oppa Korea mengaku nyaman dengan Suliati (36), gadis asal Desa Wata Benua, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Karena alasan itu, Shin memutuskan menikahi Suliati di Gereja Gepsultra Jemaat Tridana Mulya, Desa Morini Mulya, Kecamatan Landono, Kamis (4/8/2022) lalu.
Keduanya memutuskan menikah setelah berkenalan sejak 2016. Walaupun sudah saling mengenal sejak 2016, hubungan keduanya baru benar-benar serius pada 2018. Suliati mengatakan, dia hanya bertemu langsung dengan Shin sebanyak lima kali sebelum memutuskan untuk menikah. Dia menyebut, pertemuannya dengan Shin terkendala pekerjaan dan jarak yang cukup jauh.
“Aku kerja di Singapura dan dia (Shin) di Korea. Tapi dia memang beberapa kali ke Indonesia,” kata Suliati kepada Kendariinfo, Senin (8/8/2022).
Suliati mengungkapkan sempat bimbang dengan keputusan menikah dengan Shin. Perbedaan budaya Indonesia dan Korea menjadi pertimbangan Suliati. Belum lagi stigma bahwa laki-laki Korea punya kedudukan lebih tinggi daripada perempuan. Namun Shin selalu meyakinkan Suliati atas keputusan tersebut. Hingga pada akhirnya pernikahan keduanya benar-benar terwujud dan mendapat restu keluarga dari kedua belah pihak.
“Dia kalau aku tanya, apa alasannya memilih saya, cuma dia bilang merasa nyaman saja. ‘Nyaman saja dengan kamu, kamu kaya beda’,” ujar Suliati.
Awal Pertemuan Suliati dan Shin
Suliati mengatakan, pertemuannya dengan Shin pertama kali berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta pada 2016 silam. Waktu itu, Shin hendak ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Suliati akan pulang ke Konsel. Di bandara, Shin terkendala bahasa dan kebingungan mencari shuttle bus dari Terminal 1 menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
“Kita pertama kali ketemunya tahun 2016 di bandara. Pada saat itu dia ke Makassar dan saya dalam perjalanan dari Singapura menuju Kendari, cuma transit di Jakarta,” kata Suliati.

Suliati yang fasih berbahasa Inggris lalu membantu Shin mencari shuttle bus. Waktu itu, Suliati juga mengaku hendak menuju Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, namun berbeda penerbangan dengan Shin. Sambil menunggu penerbangan, keduanya lalu berbincang dan saling menambahkan teman di media sosial Facebook.
“Aku bantu dia bagaimana caranya untuk mencari shuttle bus ke Terminal 3. Kebetulan aku mau ke Terminal 3 juga. Kita sama-sama naik shuttle bus ke Terminal 3, terus nungguin pesawat. Hanya sepintas bertemu, tapi kita sempat tukaran Facebook,” ujarnya.
Selama dua minggu di Konsel, Suliati tidak pernah berkomunikasi dengan Shin. Keduanya baru memulai komunikasi setelah Suliati kembali ke Singapura untuk bekerja. Menurut Suliati, komunikasi keduanya hanya sebatas teman atau sahabat waktu itu, bukan pacaran atau sejenisnya. Suliati mengaku tidak menyukai model hubungan melalui dunia maya, begitu pun Shin.
“Kita tidak pacaran, ya, masalahnya dia tidak suka cyber relationship (berhubungan di dunia maya) dan aku juga tidak terlalu percaya dengan pacaran lewat media. Jadi cuma sharing saja aktivitas dia di sana. Saat itu dia selalu chating saya, tapi mungkin sekadar persahabatan, tidak menjurus ke hubungan (pacaran),” jelasnya.
Suliati dan Shin Memulai Hubungan Serius
Pada September 2018, kontrak kerja Shin di Makassar selesai dan hendak kembali ke Korea. Tapi sebelum kembali ke negaranya, Shin menemui Suliati terlebih dulu di Singapura sekaligus jalan-jalan di sana. Dalam pertemuan itu, Suliati menemani Shin berjalan-jalan sepanjang hari.
“Waktu itu aku temani dia seharian, dari pagi sampai selesai dinner. Itu pun belum ada hubungan, ya. Dia belum propose ke saya,” ungkapnya.
Namun sebelum pulang ke Korea, Shin mengungkapkan perasaannya kepada Suliati. Suliati bimbang. Suliati mengaku tidak menyukai hubungan jarak jauh. Tetapi Shin menginginkan hubungan tetap berjalan meskipun terkendala jarak yang jauh. Setelah sepakat menjalin hubungan, Shin kembali menemui Suliati sebanyak dua kali pada 2019.
“Nanti dia mau balik ke bandara baru dia propose ke saya. Aku jawabnya, aku tidak suka hubungan jarak jauh, apakah mungkin. Tapi dia bilang, kita coba saja,” jelasnya.
Di tahun tersebut, keduanya ingin pulang ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan. Namun rencana itu gagal setelah seluruh penerbangan ditutup akibat Pandemi Covid-19. Setelah Covid-19 mereda pada 2022, Suliati sempat ingin sekali berangkat dari Singapura ke Korea menemui Shin serta keluarganya, namun batal karena urusan administrasi antarnegara.
“Saya mau dari Singapura mau jalan-jalan ke Korea. Cuma, dalam aturannya, warga Indonesia tidak boleh dari Singapura langsung ke Korea. Jadi harus dari Indonesia baru ke Korea, kecuali memakai visa pelajar,” ungkapnya.
Suliati dan Shin Putuskan Menikah di Landono
Setelah berdiskusi, keduanya sepakat untuk bertemu di Jakarta untuk mengurus visa Suliati agar bisa ke Korea. Di tengah diskusi tersebut, Suliati berpikir bahwa mengurus visa tidak akan mudah karena harus pulang balik antara Jakarta dan Konsel. Akhirnya Suliati memutuskan langsung pulang ke Konsel terlebih dahulu untuk mengurus administrasi tersebut.
“Rencana kita cuma mau ke Jakarta untuk pengurusan visa terus kita ke Korea. Cuma, aku asli sana. Saya mau membuat KTP itu berdomisili di Jakarta. Itu membutuhkan surat pindah dari daerah kita tinggal,” katanya.
Namun saat itu Shin berkata pada Suliati ingin ikut pulang ke Konsel sekaligus melangsungkan pernikahan di sana. Shin pun sudah membeli tiket dari Korea tujuan Singapura pada 25 Juli 2022. Dari Singapura, keduanya melanjutkan perjalanan menuju Konsel sehari setelahnya atau pada 26 Juli 2022. Di hari itu, Shin kembali mengungkapkan keseriusan menjalin pernikahan dengan Suliati. Suliati senang bukan kepalang.
“Pada tanggal 26 Juli 2022, kita sama-sama ke Jakarta. Pada saat itu dia propose ke saya yang kebetulan itu tanggal ulang tahun saya. Dan kita melakukan pernikahan pada tanggal 4 Agustus 2022,” ungkap Suliati.





