Mengenal Jumarudin, Sosok di Balik Inovasi BBM dari Sampah Plastik di Buton
Buton – Sosok Jumarudin, warga Desa Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), kian menjadi perbincangan hangat berkat inovasinya mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Bagi kebanyakan orang, sampah plastik hanya sebatas limbah yang tidak memiliki harga jual. Namun, di tangan Jumarudin, sampah tersebut berhasil disulap menjadi BBM jenis solar, bensin, serta minyak tanah, yang dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Dalam video yang diunggah akun Facebook Bardin Channel pada Senin (20/4/2026), Jumarudin menceritakan perjalanan panjang yang tidak mudah hingga berhasil mengolah limbah tersebut.
Sejak 2015, ia bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buton dan terbiasa mengumpulkan sampah untuk dibawa ke tempat pembuangan. Dari aktivitas itu, muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
“Saya kan masih kerja di Dinas Kebersihan waktu 2015. 2015 itu mulailah saya kumpul sampah-sampah. Terus saya langsung bawa di Baubau. Habis itu saya pikir kayaknya sampah ini ada kadar minyaknya. Kita cobalah, masih percobaan di kaleng biskuit yang kecil,” ujarnya.
Di awal percobaan pada 2021, Jumarudin mulanya melakukan pembakaran di kaleng biskuit. Namun, karena materialnya tipis serta tidak tahan panas, kaleng tersebut bocor. Ia kemudian mencoba menggunakan pemanggangan (oven) kua, tetapi hasilnya tetap sama.
Tidak cukup di situ saja, Jumarudin kemudian membeli drum besi sebagai alat pengolahan. Hasil dari percobaan itu kemudian diuji ke kendaraan roda tiga (bentor) dan kompor. Namun, bahan bakar yang dihasilkan saat itu tidak bertahan lama.
“Setelah saya beli drum besi, buatan pertama saya tumpah di bentor dan bunyi. Ternyata sampai di jalan atas, mogok. Bahaya ini, berarti belum maksimal. Setelah itu, saya pulang. Saya beritahu istri coba tolong tes di kompor. Setelah kita coba, tidak lama kompor mati,” jelasnya.
Ketika percobaannya selalu gagal, sang istri sempat memintanya untuk berhenti bereksperimen. Ia menilai begitu banyak waktu, tenaga, dan biaya yang dihabiskan untuk itu. Jumarudin pun mengikuti perkataan istrinya.
Namun, sekitar seminggu kemudian, ia kembali membulatkan tekad untuk sampai di titik yang ingin ia tuju. Dengan keyakinan bahwa kualitas minyak yang dihasilkan bisa lebih baik, ia melanjutkan eksperimennya hingga akhirnya berhasil pada 2022.
“Setelah itu, istriku bilang stop karena pemikiran mau habis di situ, saya pun stop. Sekitar seminggu kemudian, saya coba lagi. Siapa tau kualitasnya bertambah. Kemudian saya bikin, saya coba di bentorku, naik di Takawa ambil makanannya kambing. Kemudian balik, aman tidak mogok lagi,” tuturnya.
Jumarudin berhasil menunjukkan bahwa kegagalan yang berulang bukanlah alasan untuk berhenti. Dari proses tersebut, ia mampu membuktikan keberhasilan selalu memihak siapa pun yang terus berupaya.
Warga Buton Sulap Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilkan Solar hingga Bensin
