Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Travel

Menikmati Keindahan Muara Lakologou di Baubau yang Disebut Mirip Sungai Amazon

Menikmati Keindahan Muara Lakologou di Baubau yang Disebut Mirip Sungai Amazon
Sungai Lakologou di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Foto: Istimewa.

Baubau – Sebuah objek wisata di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini ternyata memiliki keindahan yang tidak biasa. Kawasan objek wisata yang terletak di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna ini disebut-sebut mirip dengan Sungai Amazon, Amerika Selatan.

Objek wisata ini bernama muara Sungai Lakologou. Pohon-pohon mangrove dan nipah berjajar rapih di pinggir sungai. Kelokan-kelokan sungainya pun menambah kuat anggapan jika kawasan objek wisata itu mirip dengan Sungai Amazon. 

Erna bersama masyarakat Kelurahan Lakologou yang sudah mengotaki berdirinya objek wisata tersebut. Erna mengatakan, nama tersebut merupakan julukan dari wisatawan yang sudah merasakan keindahan muara sungai tersebut.

Wisatawan berkeliling menyaksikan deretan puluhan ribu pohon mangrove dan nipah yang berjajar rapi di Sungai Lakologou, Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.
Wisatawan berkeliling menyaksikan deretan puluhan ribu pohon mangrove dan nipah yang berjajar rapi di Sungai Lakologou, Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Foto: Istimewa.

“Kalau nama Amazon ini sebenarnya julukan dari wisatawan yang sudah datang ke sini. Setelah merasakan suasananya, mereka menyebut mirip Amazon,” kata Erna kepada Kendariinfo, pada Minggu (7/8/2022).

Wanita yang berdiri sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lakologou ini mengungkapkan wisatawan yang ingin menikmati objek wisata ini harus menggunakan kapal nelayan setempat. Sebab, wisatawan harus mengitari kelokan sungai yang cukup panjang dan dalam.

Wisatawan akan diajak berkeliling menyaksikan deretan puluhan ribu pohon mangrove dan nipah yang berjajar rapi. Tak hanya itu wisatawan akan disuguhkan dengan aneka satwa yang mendiami tempat itu. Mulai dari kelelawar ukuran besar, bangau putih hingga satwa-satwa liar lainnya.

“Pohon-pohon mangrove dan nipah yang jumlahnya sangat banyak ini menjadi daya tarik pengunjung. Bahkan satwa-satwa seperti bangau putih dan kelelawar juga ada di sini,” ungkapnya.

Di waktu-waktu tertentu juga, banyak masyarakat setempat yang menjadi nelayan kepiting bakau. Mereka mencari kepiting di balik tanaman mangrove dan nipah tersebut. Itu juga bisa dijadikan daya tarik objek wisata tersebut.

Baca Juga:  Dukung Destinasi Wisata Sultra Jadi Pemenang API Award 2022, Berikut Caranya

Erna mengungkapkan pihak pengelola sudah menyiapkan sarana penunjang sementara untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan muara sungai tersebut. Nantinya nelayan setempat yang akan membawa mereka menyusuri kawasan muara tersebut.

“Memang harus naik kapal, kalau di sini disebutnya kapal ketinting. Nanti nelayan dari sini yang ajak keliling muara,” ungkap dia.

Setiap kapal hanya bisa mengangkut hingga 5 wisatawan. Sehingga setiap satu kali melakukan perjalanan setidaknya ada 5 orang yang turut serta. Para nelayan setempat mematok nominal harga senilai Rp100.000 untuk per sekali jalan mengitari sungai.

“Wisatawan akan diantar menggunakan kapal mengitari sungai kurang lebih satu jam,” ungkap dia.

Pengurus Pokdarwis Lakologou sudah menyiapkan dermaga kecil di bibir sungai untuk digunakan para nelayan setempat menjemput wisatawan yang hendak menikmati keindahan kawasan itu. 

ADVERTISEMENT

“Setiap wisatawan yang ingin ke sini kami arahkan terlebih dahulu menghubungi kami.  Kemudian kami menyiapkan kapal dan nelayan yang akan mengantar,” ujarnya.

Dia menjelaskan objek wisata tersebut mulai digencarkan sejak tahun 2019. Namun sayang pandemi melanda Indonesia. Para pengelola pun dengan terpaksa menghentikan sementara aktivitas berwisata di muara sungai tersebut.

“Awal kami mempromosikan kawasan ini sejak tahun 2019, namun ada pandemi ini jadi kami sempat berhenti. Lalu kami mulai lagi akhir-akhir ini mempromosikan tempat ini,” jelas Erna. 

Sungai Lakologou di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.
Sungai Lakologou di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Foto: Istimewa.

Ada sebanyak tiga sungai yang bermuara di kawasan ini. Sehingga tergolong muara yang cukup besar. Karena berada di muara, untuk menikmati keindahan kawasan itu hingga lebih jauh maka wisatawan dianjurkan untuk datang di waktu-waktu tertentu.

Baca Juga:  Indeks Risiko Bencana Tinggi, Pemprov Sultra Lakukan Langkah Mitigasi

Tiga sungai tersebut di antaranya Kantalai, Liabuku, dan Lakologou. Semua sungai bermuara di Sungai Lakologou.

“Ketika air surut kapal yang agak besar biasa terkandas. Kalau untuk luasnya muara ini saya kurang tahu, tapi kalau mengitarinya satu jam itu tidak selesai-selesai,” beber dia.

Butuh Sentuhan Pemerintah

Suasana Sungai Lakologou di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau.
Suasana Sungai Lakologou di Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Foto: Istimewa.

Erna mengatakan kawasan objek wisata di muara Lakologou masih membutuhkan sentuhan pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara. Pasalnya, saat ini para pengelola wisata hanya mengandalkan fasilitas seadanya untuk menunjang pergerakan pariwisata tersebut.

“Kami berharapnya pemerintah bisa membantu kami dengan fasilitas penunjang seperti kapal yang lebih besar lagi dan lebih safety,” kata Erna.

Saat ini, nelayan setempat merupakan tumpuan utama bagi pengelola objek wisata muara Sungai Lakologou. Sedangkan para nelayan masih menggantungkan hajat hidupnya untuk mencari ikan di laut.

“Makanya kalau ke sini itu kami arahkan wisatawan untuk memberi kabar terlebih dahulu agar kami bisa menyiapkan kapalnya,” beber dia.

Ketika ada kapal bantuan pemerintah, lanjut dia, para pengelola memiliki cadangan kapal sewaktu-waktu para nelayan turun melaut. Sehingga proses pengembangan pariwisata tersebut bisa berjalan dengan baik.

Hingga saat ini, Erna mengungkapkan sejauh ini pihaknya terus menjalin komunikasi bersama Dinas Pariwisata Sultra guna melancarkan program pembangunan objek wisata tersebut. 

“Kalau perencanaannya kita sudah masukan ke provinsi, nanti saya juga akan komunikasi lebih lanjut dengan Dispar Sultra. Karena ini ranahnya di provinsi,” pungkasnya.

Penulis: ADN

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu balasan terkait “Menikmati Keindahan Muara Lakologou di Baubau yang Disebut Mirip Sungai Amazon”

  1. Chelsea

    Semoga wisata muara Lakologou bisa dibenahi lebih baik lagi

    Balas
Bagikan Konten