Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

PAD Sultra Rp326,4 Miliar hingga Maret 2026, Masih 23,49 Persen dari Target Rp1,389 Triliun

PAD Sultra Rp326,4 Miliar hingga Maret 2026, Masih 23,49 Persen dari Target Rp1,389 Triliun
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra, La Ode Mahbub. Foto: Istimewa.

Kendari – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga akhir Maret 2026 tercatat mencapai Rp326.470.617.965. Angka tersebut setara dengan 23,49 persen dari total target tahunan sebesar Rp1,389 triliun.

Capaian pada triwulan pertama ini dinilai masih berpotensi bertambah. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra, La Ode Mahbub, menyebut masih ada sejumlah komponen penerimaan yang belum sepenuhnya masuk dalam sistem, termasuk pajak rokok.

“Untuk triwulan pertama, realisasi PAD sudah di kisaran 23,49 persen atau sekitar Rp326,4 miliar dari target Rp1,3 triliun lebih. Nilai itu belum memasukkan pajak rokok kurang lebih Rp48 miliar yang masih dalam proses rekap,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Secara struktur pendapatan, kontribusi terbesar secara nominal berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Hingga Maret, sektor ini mencatat realisasi Rp203,434 miliar dari target Rp711,260 miliar.

Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menyumbang Rp52,153 miliar atau 25,83 persen dari target Rp201,875 miliar. Disusul Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp45,711 miliar atau 20,54 persen dari target Rp222,498 miliar.

Adapun dari sisi persentase capaian, Pajak Air Permukaan (PAP) menjadi yang tertinggi. Dari target Rp9,5 miliar, realisasinya telah mencapai Rp5,6 miliar atau 59,03 persen.

Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang turut memengaruhi konsumsi bahan bakar, Bapenda Sultra tetap optimistis kinerja PAD akan meningkat pada triwulan berikutnya.

Baca Juga:  Dinilai Otoriter, Guru Mogok Mengajar dan Desak Ganti Kepsek SDN di Kendari

“Memang ada dampak efisiensi, termasuk pengurangan penggunaan bahan bakar. Tetapi kami yakin pada triwulan kedua realisasinya bisa lebih meningkat,” kata Mahbub.

Ia juga menegaskan, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian PAD Sultra menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini menjadi sinyal bahwa upaya optimalisasi pendapatan daerah mulai membuahkan hasil.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, ada peningkatan. Kami terus berupaya memaksimalkan potensi PAD sebagai bagian dari dorongan kemandirian fiskal daerah sesuai arahan pemerintah pusat,” jelasnya.

Bapenda menilai, pajak daerah memegang peran penting dalam menopang pembiayaan pembangunan, terutama sektor infrastruktur di Sultra. Dengan capaian yang telah melampaui 20 persen pada triwulan pertama, target PAD tahun 2026 diyakini dapat tercapai hingga akhir tahun.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten