Pasca-Insiden Penikaman Berujung Kematian, PT VDNI Perketat Keamanan di Pintu Masuk

Konawe – Pasca-insiden penikaman yang mengakibatkan kematian beberapa waktu lalu, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan memperketat keamanannya.
Dengan menambahkan prosedur pengecekan di depan pintu masuk area perusahaan. Salah satunya akan memasang alat pendeteksi logam di seluruh pintu, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hal itu disampaikan langsung oleh Juru bicara (Jubir) PT VDNI dan OSS, Dyah Fadilat, Senin (24/5/2021).
“Semua ini merupakan komitmen dari perusahaan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh karyawan yang bekerja di PT VDNI, dan juga usaha agar peristiwa memilukan seperti kemarin tidak sampai terulang kembali,” ujarnya.
Lanjutnya, pihak perusahaan dalam beberapa hari terakhir intens berhubungan dengan keluarga almarhum, dan berkomitmen untuk memberikan santunan kepada ahli waris.
“Untuk santunan tentu ada dan akan dibayarkan oleh BPJS. Sedang dalam proses, kami harap bisa segera diserahkan,” harapnya.
“Kami juga masih menunggu evaluasi dari pihak Polres Konawe tentang prosedur keamanan yang selama ini kami tetapkan. Untuk mengetahui celah mana yang dibobol pelaku sehingga dapat menembus keamanan kami yang sebelumnya sudah sedemikian ketat itu,” tambahnya.
Lebih lanjut Dyah mengatakan, untuk proses hukum pelaku pihaknya menyerahkan penuh kepada pihak kepolisian sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku di negara ini.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang merupakan Kepala Pengawas
Divisi DLA PT VDNI, Jefri (43) tewas setelah ditikam anak buahnya sendiri, Sadam (29), Jumat (21/5).
Laporan: Fito





