Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

PDHI Sultra Sarankan Pengemasan Daging Kurban Gunakan Food Grade, Plastik Hitam Berbahaya

PDHI Sultra Sarankan Pengemasan Daging Kurban Gunakan Food Grade, Plastik Hitam Berbahaya
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra), Putu Nara Kusuma Prasanjaya. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (26/5/2026).

Kendari – Di balik penggunaannya yang dianggap praktis dan murah, plastik hitam ternyata dinilai tidak aman untuk kontak langsung dengan bahan pangan, khususnya daging.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra), Putu Nara Kusuma Prasanjaya mengingatkan masyarakat agar mulai meninggalkan penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging kurban karena berpotensi membahayakan kesehatan.

Ia menjelaskan plastik hitam mengandung zat karbon dan senyawa tertentu yang tidak diperuntukkan bagi makanan, terlebih untuk daging yang masih hangat setelah proses penyembelihan.

“Plastik hitam memang sama sekali tidak direkomendasikan karena mengandung zat karbon. Senyawa itu bersifat karsinogenik yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker ketika sisa-sisanya masuk ke bahan pangan,” katanya, Selasa (26/5/2026).

Risiko kontaminasi dapat meningkat ketika daging panas atau berlemak bersentuhan langsung dengan plastik hitam dalam waktu tertentu. Zat kimia dari plastik berpotensi berpindah ke makanan dan ikut terkonsumsi masyarakat.

Karena itu, Putu menyarankan panitia kurban maupun masyarakat menggunakan wadah yang lebih aman dan ramah lingkungan saat distribusi daging.

Beberapa alternatif yang direkomendasikan di antaranya wadah transparan berbahan food grade, kotak penyimpanan makanan, hingga kemasan tradisional seperti besek bambu dan anyaman daun.

“Kalau wadah yang disarankan bisa menggunakan tupperware, wadah transparan, atau sekarang banyak dipakai besek dari anyaman bambu, daun lontar maupun daun kelapa. Itu jauh lebih baik,” ujar Nara.

Selain dinilai lebih aman bagi kesehatan, penggunaan besek dan wadah alami juga dianggap membantu menjaga kualitas daging karena sirkulasi udara lebih baik dibanding plastik tertutup rapat.

Penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban sendiri mulai banyak diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai saat Iduladha.

Nara berharap masyarakat mulai lebih memperhatikan aspek keamanan pangan, bukan hanya fokus pada proses pembagian daging kurban.

Menurutnya, penanganan daging yang salah, termasuk penggunaan wadah yang tidak aman, dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan.

“Kadang masyarakat menganggap semua plastik aman untuk makanan, padahal tidak begitu. Harus dipastikan wadah yang dipakai memang aman untuk pangan,” pungkasnya.

Daging Kurban Tak Selalu Boleh Dicuci, Dokter Hewan di Sultra Beberkan Tips Agar Awet

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten