Pembangunan Asrama Haji di Kendari Rampung Akhir 2021

Kendari – Pembangunan Asrama Haji Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipastikan akan rampung pada akhir tahun 2021. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Muhammad Basri. Dia mengatakan, proses pembangunan asrama menelan anggaran miliaran rupiah.
“Meski sebelumnya mengalami beberapa kendala, namun pembangunan asrama haji yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah ini akan tuntas di akhir tahun 2021,” katanya, Jumat (20/8/2021).
Dana pembangunan asrama haji berasal dari anggaran tahun 2020 dan 2021 yang bersumber dari SBSN. Di mana anggaran 2020 diperuntukkan bagi pembangunan asrama yang berjumlah 65 kamar.

“Sementara itu, anggaran 2021 sebesar Rp27 miliar, dibagi untuk empat paket yakni aula pemberangkatan, area manasik kabah, lintasan sa’i dan studio manasik,” sambungnya.
Basri mengungkapkan, pembangunan yang sementara berjalan saat ini merupakan Embarkasi Haji Antara (EHA) Sultra, yang akan memutus rantai pemberangkatan jemaah dari kabupaten dan kota se-Sultra yang berbelit-belit dan sangat melelahkan bagi jemaah.
“Dengan pembangunan EHA Sultra, diharapkan koordinasi menjadi lebih efektif dan efisien, serta pemberangkatan jemaah juga dipusatkan pada satu tempat yaitu Embarkasi Antara Sultra,” jelasnya.
Dia juga menyebut, di asrama haji nantinya juga akan dijadikan miniatur Masjidil Haram dan sebagai sarana ibadah masyarakat yang tidak hanya bersifat musiman.
Untuk pembangunan masjid seperti Masjidil Haram sendiri belum dianggarkan oleh SBSN, namun Kanwil Kemenag Sultra telah berkoordinasi dengan pihak DPRD Provinsi Sultra, yang kemudian direspon baik oleh Komisi IV.
“Sejauh ini dilakukan survey lokasi bersama pihak DPRD Sultra dan rencananya akan dibangun tahun 2022 – 2023 dengan anggaran lima hingga enam miliar, dengan kapasitas 500 jemaah,” sambungnya.
Basri berharap, pembangunan asrama haji nantinya bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan menjadi pusat ibadah masyarakat Sultra.
“Bagi pihak travel yang akan memberangkatkan jemaah umrah juga bisa menggunakan fasilitas ini. Komunitas seperti majelis taklim dan usaha kecil menengah bisa diberdayakan di tempat ini,” tutupnya.





