Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Banner melayang aplikasi kendariinfo
Banner melayang aplikasi kendariinfo
Baubau

Pemilik Salon di Baubau Cabuli 2 Pelajar SMP Usai Nonton Video Porno

Pemilik Salon di Baubau Cabuli 2 Pelajar SMP Usai Nonton Video Porno
Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari (tengah), saat menunjukkan barang bukti kasus pencabulan pemilik salon berinisial HM (53) terhadap RS (14) dan AR (14). Foto: Istimewa. (5/7/2021).

Baubau – Dua remaja pria berinisial RS (14) dan AR (14) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban pencabulan pemilik salon di Baubau usai menonton video porno bersama.

ADVERTISEMENT
Asiabarucake

Aksi pencabulan itu berhasil diungkap personel Kepolisian Resor (Polres) Baubau. Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari mengatakan, pelaku melancarkan aksi bejat tersebut di rumahnya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Juli 2021 lalu.

“Aksi pecabulan tersebut dilakukan oleh pemilik salon berinisial MH (53) terhadap RS (14) dan AR (14) pada bulan Juni 2021,” katanya, Senin (5/7/2021).

Rio menjelaskan, awalnya RS dan AR pergi ke rumah pelaku. Sesampainya di sana, kedua korban dipersilakan masuk ke dalam kamar.

“Kedua korban disuruh masuk ke dalam kamar. Berselang beberapa menit kemudian, pelaku memutar film porno untuk ditonton bersama,” jelasnya.

Usai menonton film, AR berbaring di atas tempat tidur. Sedangkan RS langsung tertidur. Sekitar pukul 15.00 WITA, pelaku menghampiri AR dan langsung melakukan perbuatan cabulnya.

ADVERTISEMENT
PlazaInnKendari

“Kejadian pencabulan itu disaksikan oleh RS yang awalnya tertidur. Namun saat proses pencabulan itu RS sudah terbangun tapi berpura-pura tidur,” ujarnya.

Meski telah dicabuli beberapa kali, kedua korban masih sering datang ke rumah pelaku. Berdasarkan keterangan korban, mereka mendapat iming-iming berupa uang dan perawatan rambut.

Baca Juga:  Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut di Bombana

“Ini sudah dilakukan berulang kali. Yang diingat oleh UD dalam pemeriksaan sudah mengalami empat kali, sedangkan RS sudah tiga kali. Korban masih sering datang karena dijanjikan oleh pelaku mewarnai rambut, meluruskan rambut, dan akan diberi uang. Setelah kejadian, biasanya pelaku memberikan uang kadang Rp10 ribu, Rp15 ribu, dan Rp50 ribu,” pungkasnya.

Aksi bejat pelaku terbongkar setelah salah satu korban bercerita kepada orang tuanya. Tak terima atas perlakuan pelaku, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Atas laporan ini, petugas mengamankan di kediamannya tanpa perlawanan. Sejumlah barang bukti juga turut diamankan berupa sebuah celana pendek dan satu celana panjang kain warna krim,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Laporan: Yusrin
Editor: Risman

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten