Pemkot Kendari Target Rampungkan Drainase dan Talud pada Oktober 2026, Fokus Atasi Titik Banjir

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan drainase dan talud di berbagai titik rawan banjir rampung paling lambat Oktober 2026. Proyek tersebut diprioritaskan di kawasan yang selama ini kerap terdampak banjir agar dapat berfungsi sebelum musim hujan tiba.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengatakan progres pekerjaan saat ini rata-rata baru mencapai sekitar 30 persen. Hal itu disebabkan proses lelang baru selesai pada Juni 2026 setelah tahapan pengadaan berlangsung sejak April hingga Mei.
“Rata-rata pekerjaan baru berjalan sekitar satu bulan sehingga progresnya masih sekitar 30 persen. Namun, target kami seluruh pekerjaan selesai pada September, paling lambat Oktober,” kata Sudirman kepada Kendariinfo, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, penyelesaian proyek pada Oktober ditargetkan agar seluruh drainase dan talud sudah dapat berfungsi optimal saat memasuki musim hujan pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
“Sehingga nanti masuk musim penghujan, drainase dan talud itu sudah bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Sudirman menjelaskan, pembangunan tahun ini dipusatkan pada sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi langganan banjir. Pekerjaan terbanyak berada di Kecamatan Mandonga serta di kawasan perbatasan dengan Kecamatan Baruga. Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Kecamatan Kambu dan Poasia.
Di Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, Pemkot Kendari tengah mengerjakan pembangunan talud di kawasan Tunggala dan Jalan Durian. Pemerintah juga membangun pintu air sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Selain itu, pembangunan drainase juga dilakukan di kawasan Jalan Kolonel Sugiyono, Kecamatan Wuawua yang terhubung ke jalur by-pass. Saluran tersebut dirancang untuk mengalihkan aliran air dari Jalan Anawai sehingga tidak lagi terkonsentrasi di kawasan BTN Findayani yang selama ini kerap mengalami banjir.
“Insyaallah ke depan kami meyakini BTN Findayani sudah tidak terjadi banjir lagi. Airnya kami bagi ke beberapa jalur supaya tidak menumpuk di satu titik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkot Kendari tetap melaksanakan pembangunan jalan pada tahun anggaran 2026. Namun, jumlah ruas yang dikerjakan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya penyesuaian anggaran.
Mantan anggota DPRD Sultra itu juga memastikan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Balai terus diperkuat karena sebagian ruas jalan maupun drainase merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Kami sudah sering duduk bersama dengan pemerintah provinsi dan balai agar masing-masing menyelesaikan pekerjaan sesuai kewenangannya sehingga penanganan banjir bisa lebih optimal,” tutupnya.
BWS dan Pemkot Siapkan 3 Koridor Drainase untuk Tekan Banjir Kendari





