Pencemaran Lingkungan di Kendari Disorot BPK, Pemkot Siap Benahi

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) kinerja yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (14/1/2025). Dalam laporan tersebut, BPK Sultra menyoroti tiga masalah utama terkait pengendalian pencemaran air yang belum optimal.
Ketiga isu tersebut meliputi perencanaan pengelolaan limbah, penanggulangan pencemaran, dan pemulihan akibat pencemaran limbah yang masih perlu perhatian serius. Kepala Sub Auditorat BPK Provinsi Sultra II, Nuri Hardiyanto, mengingatkan jika masalah itu dibiarkan, dampaknya dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan merusak lingkungan.
“Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa sangat merugikan, baik bagi kesehatan warga maupun kelestarian lingkungan,” ujar Nuri Hardiyanto.
Menanggapi temuan tersebut, Penjabat (Pj.) Wali Kota Kendari, Parinringi, mengatakan pihaknya segera melakukan langkah-langkah tindak lanjut rekomendasi BPK.
“Dalam waktu dekat, kami akan benahi semua aspek perencanaan dan pengelolaan lingkungan yang menjadi temuan BPK,” ujarnya.
Saat ini Pemkot Kendari tengah gencar melakukan berbagai program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. Langkah itu diharapkan dapat mendukung pengendalian pencemaran air yang menjadi salah satu sorotan dalam laporan BPK.
Kepala Inspektorat Kota Kendari, Sri Yusnita, menjelaskan ada tiga langkah prioritas yang akan segera diambil untuk menangani permasalahan itu, sesuai dengan rekomendasi BPK. Langkah-langkah tersebut mencakup perencanaan yang lebih matang, pemeliharaan fasilitas pengelolaan limbah, dan pemulihan kawasan tercemar.
“Memang tugas ini tidak mudah, tetapi kami akan menanganinya secara bertahap untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas lingkungan lebih baik di Kendari,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, Pemkot Kendari berkomitmen untuk mengatasi pencemaran lingkungan demi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan alam yang lebih baik di masa depan.





