Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pengemudi Truk yang Tewaskan Pengendara Motor di Konsel Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Pengemudi Truk yang Tewaskan Pengendara Motor di Konsel Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi
Truk tronton milik MA yang menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Poros Palangga Selatan - Tinanggea, Desa Lakara, Kecamatan Palangga Kabupaten Konsel. Foto: Istimewa.

Konawe Selatan – Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) beri penjelasan atas belum ditahannya pengemudi truk yang menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga tewas pada Kamis (27/10/2022) lalu.

Kapolres Konsel, AKBP Wisnu Wibowo melalui Kasat Lantas Polres Konsel, Iptu Abdul Azis Husein Lubis menerangkan, insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan truk tronton dengan nomor polisi (nopol) DT 9342 UF yang dikendarai pria berinisial MA dan sepeda motor bernopol DT 3341 XX dikemudikan oleh AM (18) yang membonceng AS (28).

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Poros Palangga Selatan – Tinanggea, Desa Lakara, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konsel. Akibatnya, korban berinisial AS meninggal dunia. Sedangkan AM masih menjalani perawatan di RSU Bahteramas.

Saat kejadian itu, Satlantas Polres Konsel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, sehari setelah kejadian, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Konsel langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa dan meminta keterangan kepada pengemudi truk tronton inisial MA, dan beberapa saksi lainnya yang menyaksikan lakalantas itu.

“Saat itu juga truk tronton dan sepeda motor telah kami lakukan penyitaan untuk dijadikan sebagai barang bukti. Adapun pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke Rumah Sakit Andoolo, Kabupaten Konsel, sebelum akhirnya dirawat di RSU Bahteramas,“ jelasnya dalam sambungan telepon, Sabtu (19/11).

Baca Juga:  Jika Tak Mampu Urus Spazio, DPRD Rekomendasikan Copot Kepala DLHK dan DPM-PTSP

Dia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Bahkan telah menerbitkan Laporan Polisi (LP). Kemudian mendatangi korban inisial AM yang tengah dalam perawatan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai saksi. Namun korban masih belum bisa dimintai keterangan.

Sedangkan MA yang belum ditetapkan sebagai tersangka, disebabkan penetapan status tersangka tidak serta merta dilakukan begitu saja, harus ada alat-alat bukti pendukung lainnya.

“Salah satu kendala kami adalah korban inisial AM ini belum bisa dimintai keterangan karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis, anggota kami juga sudah sering bertemu korban maupun keluarganya,” sambungnya.

Ia berharap agar pihak keluarga korban tidak meragukan kinerja kepolisian, sebab mereka tengah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur hukum yang berlaku. Artinya, jika telah didapatkan keterangan dan alat bukti sudah cukup, maka siapa pun dia, jika bersalah maka hukum akan ditegakan seadil-adilnya.

“Kalau lengkap alat bukti, pasti ada tersangka yang kami tetapkan dan pasti ditahan, makanya kasus ini masih berproses,” terangnya.

Sementara itu, ibu AM bernama Arianti (38) membenarkan, bahwa putranya sedang menjalani perawatan di RSU Bahteramas. Namun, kondisinya belum bisa memberikan keterangan karena masih fokus dalam masa penyembuhan.

“Sudah ada polisi yang datang tapi anak saya ini masih dirawat makanya tidak bisa memberikan keterangan,” pungkasnya.

Arianti berharap, kasus yang menimpah anaknya bisa segera diselesaikan dan pelaku bisa diberikan efek jera sesuai hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT
Baca Juga:  3 Mobil dan 2 Motor di Kendari Terlibat Tabrakan Beruntun, Kerugian Ditaksir Capai Rp90 Juta

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten