Pengurus Baru KONI Sultra Temukan Aset Hilang, Aparat Siap Dilibatkan
Kendari – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam menjaga tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, khususnya terkait pengelolaan aset inventaris. Hal ini menyusul ditemukannya ketidaksinkronan antara data inventaris dan kondisi fisik sejumlah aset milik KONI Sultra yang berasal dari pengadaan tahun 2020.
Ketua Harian KONI Sultra, Sofyan, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan awal menunjukkan adanya sejumlah barang inventaris yang tidak lagi berada dalam penguasaan organisasi. Beberapa di antaranya berupa laptop, sepeda motor, serta aset penunjang kegiatan olahraga lainnya. Temuan ini mendorong pengurus saat ini untuk melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan aset yang seharusnya diterima dalam proses serah terima kepengurusan.
“Sebagai pengurus baru, kami berkewajiban memastikan barang-barang inventaris yang tercatat benar-benar ada dan dikelola sesuai peruntukannya. Dari hasil pengecekan awal, ternyata ada sejumlah aset yang tidak ditemukan,” ujar Sofyan, Sabtu (17/1/2026).
Mengingat aset tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), KONI Sultra mengambil langkah serius dengan berkoordinasi bersama Inspektorat Sultra untuk mendorong dilakukannya audit investigasi. Selain itu, pihaknya juga telah meminta data rincian belanja aset kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra guna mencocokkan data pengadaan dengan kondisi riil inventaris yang ada saat ini.
“Kami ingin memastikan jumlah dan jenis aset secara pasti. Komunikasi dengan Kepala Dispora Sultra juga sudah kami lakukan sebagai bagian dari upaya sinkronisasi data,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, Sofyan mengimbau kepada pihak-pihak yang saat ini masih menguasai aset KONI Sultra agar dapat segera mengembalikannya. KONI Sultra, lanjutnya, tetap mengedepankan pendekatan persuasif, namun tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum apabila tidak ada iktikad baik.
“Apabila tidak kooperatif, kami sudah menyiapkan langkah lanjutan melalui bidang hukum KONI Sultra, termasuk kemungkinan pelaporan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KONI Sultra untuk memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, bersih, dan bertanggung jawab demi mendukung kemajuan olahraga di Sultra.
