Pengusaha asal Sultra Sucianti Nilai Rekonsiliasi Ridwan Bae dan ASR Jadi Contoh Kedewasaan Politik
Kendari – Pengusaha muda asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Sucianti Suaib Saenong, menyoroti pertemuan anggota DPR RI Ridwan Bae dan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), yang dinilainya sebagai momentum rekonsiliasi politik saat menghadiri pelantikan pengurus Partai Golkar Sultra di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026).
Menurut Sucianti, momen tersebut menjadi contoh kedewasaan dalam berpolitik, terutama setelah sebelumnya kedua tokoh tersebut sempat menjadi sorotan publik akibat perbedaan pandangan terkait jalannya pemerintahan di Sultra.
Ia menilai, perbedaan pendapat antara Ridwan Bae dan ASR merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Kritik dan masukan dari wakil rakyat kepada pemerintah justru dibutuhkan sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
“Saya sebagai orang yang mengenal latar belakang kedua pihak, melihat ini sebagai contoh yang baik bagi politisi muda seperti saya. Dua tokoh Sulawesi Tenggara yang dihormati dan dikagumi bisa menunjukkan sikap dewasa,” ujar Sucianti kepada wartawan saat ditemui di Kota Kendari, Senin (2/11).
Ia menjelaskan, sebelumnya sempat terjadi perang narasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat. Namun, kedekatan yang diperlihatkan keduanya menjadi gambaran bahwa perbedaan politik tidak harus berujung pada perselisihan berkepanjangan.
Sucianti juga menegaskan, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan. Menurutnya, anggota DPR memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berbagai persoalan dan memberikan masukan terhadap kebijakan maupun kinerja pemerintah.
“Kritik itu boleh, memberikan masukan itu boleh dan memang harus. Karena kalau semua saling mendukung, siapa yang akan mengkritik,” tambahnya.
Meski demikian, ia berharap kritik disampaikan secara proporsional dan tidak berkembang menjadi polemik yang melibatkan masyarakat luas.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan antartokoh politik dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik, sehingga persoalan yang muncul tidak makin melebar.
“Kalau bisa, cukup kemarin selesai. Kalau pun ke depan ada masalah besar bisa diredam jadi kecil, dan masalah kecil bisa dihilangkan. Karena tujuannya memang membela masyarakat,” ungkapnya.
Sucianti turut menilai, kritik Ridwan Bae terhadap kinerja pemerintahan ASR merupakan bagian dari fungsi seorang wakil rakyat. Ia bahkan berharap anggota DPR RI lainnya juga berani menyampaikan kritik terhadap pemerintah pusat apabila terdapat kebijakan atau kinerja yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, hubungan yang terbangun antara Ridwan Bae dan ASR perlu diarahkan pada komunikasi serta kerja sama untuk kepentingan pembangunan daerah.
Ia menyebut, kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang berbeda. Ridwan Bae dikenal sebagai politisi yang pernah menjabat Bupati Muna selama dua periode dan kini menjalani periode ketiga sebagai anggota DPR RI.
Sementara itu, ASR memiliki pengalaman di lingkungan militer dengan sejumlah jabatan strategis, termasuk Danrem dan Pangdam, sebelum memimpin Sultra sebagai gubernur.
Sucianti berharap perbedaan pengalaman dan latar belakang tersebut dapat menjadi modal untuk membangun komunikasi politik yang konstruktif.
Ia menilai, persatuan antartokoh politik, pemerintah, dan masyarakat menjadi hal penting agar perhatian seluruh pihak tetap tertuju pada kepentingan masyarakat serta pembangunan Sultra.
Sempat Memanas, Ridwan Bae dan ASR Terlihat Berpelukan Hangat di Pelantikan Pengurus Golkar Sultra
