Penulis Kolaka Gagas Pembelajaran Menulis Sastra untuk Siswa SMA di Sultra

Kendari – Penulis asal Kabupaten Kolaka, Sri Elita Sari, bertandang ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia pun datang dan berdiskusi dengan Kepala Disdikbud Sultra, Yusmin, terkait pembelajaran penulisan sastra.
Elita menggagas sebuah program kepenulisan sastra untuk tingkat SMA sederajat di Sultra. Ia menginginkan agar para siswa SMA dan SMK memiliki skill kepenulisan sesuai minat masing-masing.
“Kami nanti ingin mengajarkan adik-adik di sekolah tentang kepenulisan. Nanti masing-masing genre sesuai keinginan siswa,” kata Elita saat ditemui Kendariinfo, Jumat (14/6/2024).
Elita menawarkan bagi pelajar yang mengikuti program itu akan dibuatkan sebuah buku antologi, di mana penulisnya dalam jumlah banyak dan berasal dari para pelajar. Ia mengatakan pembelajaran teknik kepenulisan itu cukup penting bagi para pelajar.
Menurutnya, lewat pembelajaran teknik kepenulisan, para siswa bisa mengeksplor diri di bidang menulis. Lewat menulis, mereka bisa dengan mudah untuk membuat karya yang bisa digunakan di masing-masing bidangnya.
Sampai saat ini, pihaknya sudah memiliki 10 pengajar yang berminat untuk berbagi ilmu kepada para siswa di Sultra. Para penulis itu tersebar di beberapa wilayah.
“Sementara ini kami ada 10 orang penulis yang akan siap berkolaborasi untuk mengajarkan siswa-siswi SMA dan SMK di Sultra,” ujar dia.
Sementara, Kepala Disdikbud Sultra, Yusmin, melalui Koordinator Pengawas SMK Disdikbud Sultra, Fendy, merespons baik gagasan para penulis. Ia mengatakan gagasan itu sejalan dengan visi misi merdeka belajar di Sultra.
“Kami sangat merespons baik. Ini sejalan dengan sistem pendidikan merdeka belajar di Sultra,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut program itu, Disdikbud Sultra segera mengeluarkan instruksi ke sekolah-sekolah untuk menjalankannya. Ia mengatakan para penggagas akan diminta untuk mempersiapkan segala hal dalam melangsungkan program itu.
“Nanti tinggal tergantung kesiapan teman-teman pengajar. Persiapan harus dimulai dari sekarang, karena bulan 8 ajaran baru sudah mulai,” pungkasnya.





