Penyaluran TKD Sultra Tembus Rp11,92 Triliun, DAK Fisik Baru 57,58 Persen hingga September 2026

Kendari – Penyaluran transfer ke daerah (TKD) di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai Rp11,92 triliun atau 82,31 persen dari total pagu Rp14,48 triliun hingga 30 September 2026. Namun, penyaluran dana alokasi khusus (DAK) fisik masih tertinggal dengan realisasi baru 57,58 persen.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sultra, Iman Widhiyanto mengatakan, realisasi TKD tersebut berdasarkan data penyaluran hingga akhir September 2026.
“Total transfer ke daerah yang sudah kita transfer pada pemerintah daerah TKD 82,31 persen ini terdiri atas dana desa, dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana transfer khusus,” katanya, Rabu (7/10/2026).
Dari seluruh jenis alokasi, dana desa mencatat persentase penyaluran paling tinggi dengan 97,14 persen atau Rp520,47 miliar.
Dana bagi hasil (DBH) menyusul dengan realisasi 85,57 persen atau Rp1,53 triliun. Sementara dana alokasi umum (DAU) telah tersalurkan 82,32 persen atau Rp7,53 triliun.
Adapun dana transfer khusus (DTK) baru mencapai 77,66 persen dengan nilai penyaluran Rp2,33 triliun.
Di dalam DTK, penyaluran DAK Nonfisik mencapai 78,52 persen atau Rp2,26 triliun. Komponen terbesar pada alokasi tersebut berasal dari tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp1,16 triliun, bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) Rp726,72 miliar, dan bantuan operasional kesehatan (BOK) puskesmas Rp160,66 miliar.
Berbeda dengan DAK nonfisik, penyaluran DAK fisik masih berada di angka 57,58 persen. Nilai yang telah disalurkan mencapai Rp71,05 miliar, sementara sisa anggarannya masih Rp52,35 miliar.
Penyaluran TKD tersebut tersebar di 18 pemerintah daerah di Sultra dengan tingkat realisasi yang berbeda-beda.
Muna menjadi daerah dengan persentase penyaluran tertinggi, yakni 85,44 persen, disusul Muna Barat (Mubar) sebesar 84,68 persen.
“Setelah itu, Buton Tengah (Buteng) mencapai 83,29 persen,” lanjutnya.
Selanjutnya dana transfer ke Konawe Selatan (Konsel) mencapai 83,14 persen, kemudian Bombana 82,87 persen. Kolaka Timur (Koltim) mencatat realisasi 82,78 persen, Kota Kendari 82,67 persen, Buton 82,50 persen, serta Kolaka 82,35 persen.
“Sementara untuk penyaluran TKD yang masih cukup rendah ada di Pemprov Sultra yaitu 80,68 persen dan Konawe Utara (Konut) 80,74 persen,” pungkasnya.





