Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

Pesta Adat Kande Kandea Tampuna Jadi Momentum Syukur dan Refleksi Pembangunan di Baubau

Pesta Adat Kande Kandea Tampuna Jadi Momentum Syukur dan Refleksi Pembangunan di Baubau
Pesta Adat Kande Kandea Tampuna yang digelar di Baruga Tampuna, Kelurahan Tampuna, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Foto: SB/Diskominfo Baubau. (6/4/2026).

Baubau – ​Pesta adat Kande Kandea Tampuna kembali digelar di Baruga Tampuna, Kelurahan Tampuna, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (6/4/2026) malam.

Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, yang turut hadir dalam pesta adat ini menyampaikan tradisi Kande Kandea merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur atas keberhasilan panen, kesehatan, keamanan, serta kebermanfaatan program pembangunan.

“Pertemuan adat seperti ini adalah ritual yang sangat baik. Kita bersyukur atas panen yang berhasil, kesehatan, keamanan, serta program pembangunan yang mulai dirasakan manfaatnya, seperti ketersediaan infrastruktur BTS di wilayah ini,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Menurutnya, pesta adat tersebut tidak hanya dipandang sebagai acara seremonial atau kegiatan formal saja, melainkan memiliki makna budaya dan spiritual yang mendalam bagi masyarakat.

Kegiatan itu juga dijadikan sebagai momentum refleksi Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terhadap realisasi berbagai janji pembangunan, seperti penyediaan penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan masyarakat, pembangunan irigasi pertanian guna memperkuat ketersediaan air bagi petani, serta perbaikan jalan untuk mempermudah akses wilayah di kawasan pinggiran kota.

Hamsinah mengaku masih ada sejumlah harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi dalam setahun masa jabatannya. Namun, Pemkot Baubau terus berupaya mewujudkan berbagai program tersebut.

Ia juga menjelaskan pembangunan di Kota Baubau dilakukan secara merata di seluruh wilayah, sehingga kelurahan yang jauh dari pusat kota seperti Kelurahan Tampuna tetap akan memperoleh perhatian yang sama pula.

Baca Juga:  37 Warisan Budaya Tak Benda Sultra, Jejak Kolektif yang Menyatu dalam Tradisi

“Kota Baubau terdiri dari 43 kelurahan. Meskipun Tampuna berada di ujung kota, jangan berkecil hati. Pembangunan yang kami lakukan menganut prinsip pemerataan. Kami tidak akan melupakan wilayah mana pun meski jauh dari pusat kota,” tandasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten