Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Petani Demo IPIP Usai Banjir Lumpur Rendam 247 Hektare Sawah di Kolaka

Petani Demo IPIP Usai Banjir Lumpur Rendam 247 Hektare Sawah di Kolaka
Petani di Desa Okooko, Kecamatan Pomalaa, dan Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan unjuk rasa di sekitar kawasan PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP). Foto: Istimewa. (27/2025).

Kolaka – Petani di Desa Okooko, Kecamatan Pomalaa, dan Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan unjuk rasa di sekitar kawasan PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Kamis (27/11/2025). Demo tersebut merupakan buntut banjir lumpur yang merendam 247 hektare sawah di Lamedai serta Okooko pada 18 Oktober dan 10 November 2025.

Lumpur yang merendam sawah petani berasal dari aktivitas pembukaan lahan untuk menunjang kawasan industri berlabel proyek strategis nasional (PSN) tersebut di sekitar aliran Sungai Okooko. Ketika turun hujan, luapan air sungai turut membawa lumpur menuju sawah yang membentang sepanjang empat kilometer di Okooko dan Lamedai. Petani yang sawahnya terendam banjir lumpur pun terancam gagal panen.

Jenderal Lapangan Kelompok Tani Bersatu Padu Desa Okooko dan Lamedai, Johan, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan pihak perusahaan pada Senin, 17 November 2025. Namun, pertemuan tidak membuahkan hasil. Petani pun sepakat berunjuk rasa dan menuntut ganti rugi Rp31 juta terhadap setiap sawah yang terendam banjir.

“Pembukaan lahan PT IPIP beririsan langsung dengan Sungai Okooko. Pembukaan lahan menyebabkan lemahnya daya dukung serta daya tampung Sungai Okooko, sehingga air hujan turun langsung beserta lumpur yang merendam sawah di Desa Okooko dan Lamedai,” kata Johan, Kamis (27/11).

Selain itu, banjir lumpur menyebabkan pematang sawah jebol, irigasi tersumbat, dan akses jalan sulit dilewati. Olehnya itu, massa menuntut industri gabungan dari PT Vale Indonesia Tbk. dan Huayou itu menormalisasi Sungai Okooko serta membangun tanggul sampai muara sembari membuat saluran sekunder menuju sawah di Lorong Lawonia, Desa Okooko. Jalan yang rusak akibat banjir juga diminta untuk diperbaiki.

Baca Juga:  Bapak 46 Tahun di Kolaka Utara Nekat Edarkan Narkotika, Polisi Amankan 0,69 Gram Sabu-Sabu

“Kami juga meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan PT IPIP,” ungkap Johan.

PT Vale Indonesia Tbk. sebelumnya menyampaikan penyebab banjir lumpur yang menerjang wilayah persawahan di Okooko dan Lamedai. Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk., Vanda Kusumaningrum, menyebut pocket pond atau kolam penampungan sedimen meluap ke daerah aliran sungai (DAS) akibat volume air dari curah hujan tinggi yang melanda wilayah itu.

“Kami memastikan kondisi tersebut disebabkan curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Menyebabkan pocket pond meluap dan tidak dapat menampung volume air hujan tersebut,” ujar Vanda Kusumaningrum dari keterangan resmi yang diterima Kendariinfo, Selasa (18/11).

Banjir Lumpur di Kolaka, PT Vale Sebut Pocket Pond Meluap

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten