Pilot-Kopilot Batik Air Tertidur Bersamaan Selama 28 Menit saat Penerbangan Kendari-Soetta

Kendari – Pilot dan kopilot maskapai Batik Air dilaporkan tertidur secara bersamaan selama 28 menit dalam penerbangan Kendari – Soekarno-Hatta (Soetta).
Peristiwa itu merupakan hasil investigasi dan disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam keterangannya di situs resmi, Jumat (8/3/2024).
Dalam dokumen digital laporan pendahuluannya, KNKT menyebut pesawat yang dimaksud adalah Batik Air, jenis Airbus A320, dengan kode registrasi PK-LUV.
Diketahui, peristiwa ini terjadi pada 25 Januari 2024. Pesawat itu terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, ke Bandara Haluoleo di Kendari, kemudian kembali lagi ke Soetta.
KNKT dari laporannya, pesawat lepas landas dari Soetta ke Kendari sekira pukul 03.14 WIB. Selama penerbangan, pilot mempersilakan kopilot untuk istirahat dulu. Pesawat kemudian mendarat sekira 07.11 Wita di Kendari. Lalu, sekira 08.05 Wita, pesawat itu kembali terbang dari Kendari menuju Soetta dengan nomor penerbangan BTK6723.
Pada penerbangan balik ini, kopilot yang tadi sudah tidur bertindak sebagai pilot flying (PF) karena pilot meminta izin beristirahat pada pukul 00.37 UTC atau 08.37 waktu lokal.
Pilot terbangun pukul 01.22 UTC atau 09.22 waktu lokal dan menawari kopilot untuk tidur. Kopilot mengatakan tidak ingin istirahat. Setelah berbincang sekitar 30 detik, pilot kembali tidur.
Kopilot lalu menjalankan tugas sebagai PF (pilot flying atau yang menerbangkan pesawat) sekaligus PM (pilot monitoring). Dia sempat meminta pusat kontrol area atau area control center (ACC) Makassar untuk terbang menuju 250 derajat, namun ACC Makassar menginstruksikan pesawat untuk menghubungi ATC Jakarta atau ACC Jakarta.
Pada pukul 01.43.32 UTC, kopilot berkomunikasi dengan ACC Jakarta. ACC memberikan instruksi arah terbang pesawat.
Selang 10 detik atau pukul 01.43 UTC, kopilot sempat mengikuti instruksi ACC Jakarta. Namun beberapa saat kemudian, kopilot ini tertidur secara tidak sengaja.
ACC Jakarta bertanya ke pesawat soal berapa lama pesawat ini akan terbang pada 250 derajat. Namun, pilot atau kopilot pesawat BTK6723 ini tidak menjawab karena diduga keduanya tidur.
Pada pukul 01.57 UTC atau 08.57 WIB, ACC Jakarta kembali bertanya ke pilot dan kopilot, tapi juga tak direspons. Pada pukul 02.11 UTC atau 09.11 WIB, pilot terbangun dari tidur dan sadar bahwa pesawat sudah tidak lagi berada di jalur penerbangan yang benar.
Pilot kemudian melihat kopilotnya sudah tidur dan membangunkan dia. Pilot kemudian memberitahu ACC Jakarta bahwa pesawatnya mengalami masalah radio komunikasi dan saat ini masalah itu sudah beres. Pesawat kemudian terbang dan mendarat di Jakarta dengan lancar.
“Tidak ada yang terluka pada peristiwa ini dan tidak ada kerusakan di pesawat,” tulis KNKT.





