Pilrek UHO Kendari Pecahkan Rekor, 11 Akademisi Berebut Kursi Rektor
Kendari – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2026 – 2030 mencatat sejarah baru. Sebanyak 11 akademisi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor hingga penutupan pendaftaran pada Selasa (2/6/2026) pukul 16.00 Wita.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan Pilrek UHO Kendari. Kondisi itu dinilai menunjukkan tingginya minat dan partisipasi civitas academica untuk memimpin perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut.
Ketua Panitia Pilrek UHO, Ali Bain, mengatakan seluruh berkas pendaftaran dari 11 bakal calon telah diterima panitia sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Sebagaimana yang telah dijadwalkan, hari ini adalah hari pendaftaran dan ditutup pada pukul 16.00 Wita,” kata Ali.
Meski seluruh dokumen dinyatakan lengkap secara administrasi awal, panitia masih akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap isi setiap berkas yang telah diserahkan.
Menurutnya, proses tersebut bertujuan memastikan seluruh kandidat benar-benar memenuhi syarat administrasi sesuai ketentuan yang berlaku dalam tahapan pilrek.
Karena tidak ada perpanjangan masa pendaftaran, tahapan verifikasi dokumen akan dimulai pada Rabu (3/6) dan berlangsung hingga 18 Juni 2026.
Ali menyebut jumlah peserta yang mencapai 11 orang merupakan rekor baru dalam sejarah pemilihan rektor di UHO Kendari. Ia menilai banyaknya kandidat menjadi indikator bahwa kampus tersebut memiliki banyak sumber daya akademik yang siap berkompetisi untuk membawa UHO Kendari ke level yang lebih tinggi.
“Ini mungkin pertanda bahwa UHO Kendari sudah semakin maju, sehingga banyak akademisi yang merasa memiliki kapasitas dan keinginan untuk berpartisipasi membangun kampus ini agar bisa naik kelas,” ujarnya.
Adapun 11 bakal calon rektor UHO Kendari yang telah mendaftar masing-masing Ruslin, Takdir Saili, Baru Sadarun, Azhar Bafadal, Edy Karno, La Ode Santiaji Bande, Ida Usman, Ma’ruf Kasim, Muliddin, Herman, dan Yusuf Sabilu.
