PKB Sultra Solidkan Kader Lewat Muscab Zona Kepulauan hingga Daratan
Kendari – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tenggara (Sultra), terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak. Kegiatan ini diawali di zona kepulauan yang dipusatkan di Kota Baubau pada Sabtu (18/4/2026), dan dilanjutkan di zona daratan di Kota Kendari, Minggu (19/4).
Pelaksanaan Muscab DPC PKB kabupaten dan kota, dibagi dalam dua zona. Zona kepulauan meliputi Kabupaten Buton, Wakatobi, Kota Baubau, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Buton Utara (Butur), Muna, dan Muna Barat (Mubar). Pembagian ini bertujuan meningkatkan efektivitas musyawarah serta memperkuat koordinasi antarwilayah sesuai karakteristik geografis daerah.
Muscab di Baubau menjadi momentum awal dalam memperkuat struktur kepengurusan tingkat DPC di wilayah kepulauan. Forum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sarana merumuskan arah kebijakan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Selanjutnya, Muscab zona daratan di Kendari diikuti oleh DPC PKB dari Kolaka Utara (Kolut), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Bombana, Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Konawe Kepulauan (Konkep), serta Kota Kendari. Kehadiran seluruh pengurus menegaskan komitmen memperkuat soliditas partai hingga tingkat akar rumput.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa mekanisme muscab mengedepankan musyawarah mufakat sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Pendekatan Musyawarah Cabang PKB betul-betul musyawarah untuk mengukuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, menekankan pentingnya konsistensi kehadiran kader di tengah masyarakat sebagai kekuatan utama partai.
“PKB bukan hanya hadir saat momentum pemilu saja. Pengurus harus memastikan politik kehadiran itu nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Melalui muscab ini, PKB Sultra optimistis mampu memperkuat struktur organisasi, menyusun program kerja yang terarah, serta meningkatkan peran politik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
