Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Protes Rekonstruksi Jalan, Warga Desa Kulati Wakatobi Palang Batas Wilayah dengan Desa Dete

0
0
Masyarakat Desa Kulati saat melakukan aksi palang batas dengan Desa Dete, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa. (2/8/2026).

Wakatobi – Masyarakat Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), memasang palang di batas wilayah Desa Kulati – Desa Dete pada Minggu (2/8/2026).

Melalui akun Facebook pribadinya, salah satu warga Desa Kulati, Kasman, mengungkapkan aksi palang batas wilayah tersebut dilakukan karena masyarakat merasa harga diri, hak, dan suaranya diabaikan.

Pasalnya, proyek rekonstruksi jalan Desa Dete menuju Pantai Huntete tetap dijalankan, meski sejak awal mendapat penolakan dari masyarakat Desa Kulati. Proyek tersebut direncanakan memasuki wilayah Desa Kulati tanpa adanya harmonisasi dan kesepahaman dengan masyarakat yang dinilai berdampak.

Sebelum aksi palang dilakukan, masyarakat disebut telah menempuh berbagai cara berupa aspirasi, aksi, mediasi, serta dialog dengan sejumlah instansi terkait. Namun, upaya itu dinilai belum mampu menghentikan proyek tersebut.

Kasman menegaskan palang batas wilayah tidak akan dibuka hingga proyek rekonstruksi selesai. Bahkan palang yang terbuat dari kayu itu akan diubah menjadi beton. Palang permanen tersebut hendak dijadikan tugu perjuangan agar dapat dikenang sepanjang masa sebagai simbol kekecewaan warga.

“Tidak akan dibuka sampai proyek itu selesai, karena rencana pemalangan batas itu akan dilanjutkan dengan dibeton dan akan dijadikan tugu perjuangan untuk dikenang sepanjang masa,” tegas Kasman kepada Kendariinfo, Senin (3/8).

Kasman menambahkan, proyek rekonstruksi tersebut saat ini dalam proses pembersihan lahan.

Menanggapi hal itu, Camat Tomia Timur, Abdul Rifaid, mengatakan baru mengetahui aksi tersebut pada Senin (3/8) pagi. Ia menyatakan akan terlebih dahulu mendalami persoalan itu sebelum memutuskan langkah yang hendak diambil.

“Sejauh ini kami juga baru tahu tadi pagi di upacara pembukaan pertandingan dan perlombaan HUT ke-81 RI terkait masalah ini. Insyaallah kami akan cari tahu dulu seperti apa masalahnya,” ujar Abdul kepada Kendariinfo, Senin (3/8).

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: