Proyek Pangan Akuatik Diluncurkan, Buton Jadi Wilayah Percontohan
Buton – Proyek Percontohan Pangan Akuatik Berkelanjutan resmi diluncurkan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Bupati Buton ini bertajuk “Laut Lestari untuk Generasi yang Sehat: Pemanfaatan Pangan Akuatik Lokal untuk Pemenuhan Gizi Anak dan Ibu”.
Proyek pengembangan sektor perikanan dan pemanfaatan pangan akuatik lokal ini digadang-gadang menjadi salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pemenuhan gizi anak dan ibu.
Dalam sambutannya, Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, mengatakan sektor perikanan di daerahnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar apabila program berkembang secara berkelanjutan. Ia turut menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan potensi yang lebih maksimal.
“Kalau ada hal-hal baik yang masuk ke daerah kita, tentu harus kita terima dan kembangkan. Sektor perikanan Buton harus terus mendapat perhatian agar potensi yang kita miliki dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Alvin melalui keterangan resminya, Rabu (28/10).
Pada momentum yang sama, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Mohamad Rahmat Mulianda, menjelaskan pangan akuatik atau yang kerap disebut blue food menjadi fondasi penting dalam penyediaan nutrisi berkualitas bagi masyarakat sekaligus sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Pangan akuatik bukan hanya soal sektor perikanan tangkap atau budidaya semata, melainkan fondasi penting dalam penyediaan nutrisi berkualitas tinggi bagi masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ungkap Rahmat.
Ia menegaskan, Kabupaten Buton dipilih sebagai wilayah percontohan karena memiliki sumber daya kelautan yang kaya serta didukung komitmen daerah dalam tata kelola sumber daya pesisir yang inklusif.
