Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Riset Mahasiswa UHO: Tidak Ada Drainase Jadi Penyebab Rusaknya Jalan di Lakanaha, Mubar

Riset Mahasiswa UHO: Tidak Ada Drainase Jadi Penyebab Rusaknya Jalan di Lakanaha, Mubar
Pengamatan lapangan kerusakan jalan di Desa Lakanaha, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Muna Barat – Tidak adanya pembangunan drainase di sisi lintasan menjadi penyebab kerusakan jalan di poros Wamengkoli – Tondasi atau tepatnya di Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu menjadi salah satu kesimpulan dari riset berjudul “Analisis Tingkat Kerusakan Jalan dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Tondasi – Wamengkoli (Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat)” oleh Wa Ode Oga, mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil, Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo (UHO).

Penelitian itu juga memotret jenis kerusakan ruas jalan akibat tidak adanya drainase di sisi lintasan. Dalam penelitiannya, Oga menyebut kerusakan yang terjadi pada jalan di Desa Lakanaha adalah lubang, tambalan, retak pinggir, retak kulit buaya, pelepasan butir, benjol, dan bahu turun. Kerusakan yang mendominasi di jalan tersebut adalah jenis lubang.

Mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil, Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo (UHO), Wa Ode Oga.
Mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil, Pendidikan Vokasi, Universitas Halu Oleo (UHO), Wa Ode Oga. Foto: Istimewa.

“Kerusakan yang mendominasi adalah jenis lubang. Di mana dari hasil penelitian terdapat sebanyak 39 kerusakan lubang. Dalam penelitian itu, saya menggunakan metode PCI, yaitu sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi, dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan,” kata Oga kepada Kendariinfo, Kamis (29/9/2022).

Dia menjelaskan, kerusakan jalan yang terjadi di berbagai daerah merupakan permasalahan yang sangat kompleks. Kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian, seperti waktu tempuh semakin lama, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:  3 Tersangka Pengalihan Aset Tanah UHO Resmi Ditahan

Dari data Kementerian Pekerjaan Umum, saat ini keseluruhan kondisi jalan rusak di Indonesia mencapai 3.800 kilometer atau 10% jika dibandingkan dengan total panjang jalan nasional yang mencapai 38.500 kilometer. Tingkat kerusakan jalan terparah ada di wilayah III atau di Indonesia Timur, termasuk Sultra.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total panjang jalan di Sultra mencapai 12.783,42 kilometer pada 2020. Dilihat dari kondisinya, 38,06 persen jalan dalam keadaan baik, 17,14 persen sedang, 23,98 persen rusak berat. Kondisi jalan yang mengalami kerusakan rata-rata terdapat di wilayah Sultra bagian kepulauan seperti Muna dan Buton.

“Seperti pada ruas jalan Desa Lakanaha yang merupakan bagian dari jalur tengah yang menghubungkan daerah-daerah di Muna. Lalu lintas pengguna jalan tersebut cukup padat dengan komposisi yang beragam (mix traffic),” jelasnya.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi di jalan Wamengkoli – Tondasi tentu akan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Oleh sebab itu penanganan konstruksi perkerasan baik yang bersifat pemeliharaan, peningkatan atau rehabilitasi dapat dilakukan secara optimal apabila faktor-faktor penyebab kerusakan pada ruas jalan tersebut telah diketahui.

“Untuk menanggulangi kerusakan jalan dapat dilakukan dengan cara penambalan lubang (patch), melapis retakan (crack sealing), penutupan permukaan, lapisan tambahan, recycle, dan rekonstruksi. Karena penyebab utama kerusakan adalah tidak adanya drainase maka perlu adanya pembangunan drainase agar mengurangi adanya kerusakan jalan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kasus Unjuk Rasa Buruh di Pelabuhan Bungkutoko, Polresta Kendari Gunakan Restorative Justice

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten