Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

SDN 2 Topa Baubau Viral, Kondisi Gedung dan Kedisiplinan Guru Disorot

SDN 2 Topa Baubau Viral, Kondisi Gedung dan Kedisiplinan Guru Disorot
Kondisi salah satu bangunan SDN 2 Topa yang berlokasi di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (13/2/2026).

Baubau – Beredar video siaran langsung di Facebook memperlihatkan bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Topa, yang berlokasi di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Dalam siaran langsung yang dilakukan akun Facebook Lusi Yanti Tafahh, pada Jumat (13/2/2026) memperlihatkan gerbang SDN 2 Topa yang tampak bagus, berbanding terbalik dengan gedung sekolah. Atap dan plafon terlihat rusak serta dinilai tidak layak digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar.

“Gerbangnya bagus, tetapi sekolahnya belum. Inilah sekolah yang tidak layak di Kota Baubau. Sekolah-sekolah lain saja masih bagus bangunannya sudah direnovasi kembali. Ini saja sekolah sudah tidak layak, kapan mau direnovasi?” protes Lusi dalam siaran langsungnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap pihak sekolah yang dinilai lebih memprioritaskan pembangunan gerbang dibandingkan keamanan siswa.

“Untuk apa bikin gerbangnya sebagus itu? Ini gerbang anggaran Rp150 juta. Daripada bikin gerbang, mending renovasi sekolah ini. Takutnya kalau ada angin, bisa timpa anak-anak,” sambungnya.

Tidak hanya kondisi gedung yang memprihatinkan, Ketua RT setempat, La Bodi, juga menyoroti kedisiplinan guru SDN 2 Topa. Dalam video yang diunggah akun Facebook Lusi Yanti Tafahh, Sabtu (14/2), La Bodi menjelaskan bahwa pada hari yang dijadwalkan akan dilakukan program kerja bersama, saat ia datang pukul 07.00 Wita, belum ada satupun guru yang hadir.

Baca Juga:  Viral Video Mesum Dalam Gudang, Diduga Terjadi di Morosi Konawe

“Harapannya kami ini sebenarnya kalau sudah ada guru pukul 07.00 Wita tadi, kita upayakan kerja bersama, karena hari ini ada program kerja bersama. Bukan cuma makan bersama. Tetapi, pukul 07.00 Wita tadi saya datang di sini, belum ada guru biar satu orang,” jelas La Bodi.

Dalam video tersebut La Bodi juga menyampaikan ketidakdisiplinan itu terjadi berulang, bahkan pada hari yang seharusnya dilaksanakan upacara.

“Senin pas saya datang ke sini (SDN 2 Topa) pukul 07.30 Wita juga tidak ada. Padahal harusnya pukul 07.00 Wita sudah upacara. Tetapi, jangankan upacara, pukul 07.00 Wita saja belum ada guru,” ungkapnya.

Ia menegaskan apabila para guru tidak memiliki profesionalisme dalam menjalankan tugas, maka perlu disampaikan kepada orang tua siswa agar bersama-sama mencari solusi terbaik demi kelancaran pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.

“Maksud kami, kalau memang guru-guru di sini sudah tidak ada jiwa profesionalisme untuk mengajar, sampaikan ke orang tua siswa, supaya kita carikan solusi baiknya,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kendariinfo masih menunggu konfirmasi La Bodi selaku Ketua RT setempat terkait pernyataannya dalam video viral tersebut. Kendariinfo juga tengah berupaya menghubungi pihak sekolah.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten