Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Sekdes dan Humas Tambang Terduga Pelaku Pencabulan Masih Bebas Berkeliaran di Konawe

Sekdes dan Humas Tambang Terduga Pelaku Pencabulan Masih Bebas Berkeliaran di Konawe
Sekretaris desa (sekdes) dan humas perusahaan tambang nikel berinisial S, terduga pelaku pencabulan di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (7/5/2026).

Konawe – Sekretaris desa (sekdes) dan humas perusahaan tambang nikel berinisial S masih bebas berkeliaran meski sudah dilaporkan atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual atau pencabulan di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak Selasa, 24 Februari 2026. Polisi menyebut perkara itu masih dalam tahap penyelidikan.

“Terkait perkara itu, anggota kami penyelidikan dan pendalaman. Belum (penetapan tersangka), masih penyelidikan,” kata Kepala Bagian Operasi (KBO) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Konawe, Ipda La Ode Istiqlal, kepada Kendariinfo, Jumat (8/5/2026).

Dugaan pencabulan bermula ketika mahasiswi berinisial LBM (20) diminta ibunya membeli sesuatu di kios milik S. Namun, S yang juga pegawai perusahaan tambang di Konawe menarik LBM secara paksa dan melakukan kekerasan seksual. Korban yang didampingi ibunya kemudian mengadu ke Polsek Bondoala dengan surat tanda terima Nomor: B/68/II/YAN.2.4/2026/SEK.BONDOALA.

Keluarga korban bernama Anas Fadil menyayangkan pelaku yang belum ditahan hingga kini. Menurut Anas, penanganan perkara keluarganya sangat lambat dan bisa memicu kesalahpahaman serta konflik baru. Olehnya itu, Anas berharap laporan kekerasan seksual bisa ditangani serius pihak kepolisian.

“Keluarga kami sudah menunggu proses penyelidikan ini hampir tiga bulan. Proses penanganan perkara ini menurut saya sangat lambat,” ungkap Anas kepada Kendariinfo, Jumat (8/5).

Meski belum menetapkan tersangka, polisi telah melakukan rekonstruksi yang dipimpin Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Konawe, Iptu Ni Kade Karmiati, Kamis (7/5). Namun, korban yang dihadirkan ketika rekonstruksi mengalami trauma berat. Anas menyayangkan pemanggilan korban di lokasi rekonstruksi yang juga merupakan lokasi kekerasan seksual, walaupun perannya digantikan polisi wanita.

“Kami belum tau alasannya kenapa korban dihadirkan, padahal ada dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Konawe kemarin,” ujar Anas.

Oknum Humas Perusahaan Tambang di Konawe Diduga Lecehkan Mahasiswi

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten