Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Sektor Pertambangan dan Perikanan Masih Jadi Penyumbang Nilai Devisa Ekspor Dominan di Sultra

Sektor Pertambangan dan Perikanan Masih Jadi Penyumbang Nilai Devisa Ekspor Dominan di Sultra
Kasi Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis, KPP Bea Cukai Kendari, Fardi Saleh saat diwawancarai oleh awak media. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (27/2/2023).

Sulawesi Tenggara – Kantor Pengawasan & Pelayanan (KPP) Bea Cukai Kendari menyebut sektor pertambangan dan perikanan pada tahun 2022 hingga Februari 2023 menjadi penyumbang nilai devisa ekspor yang paling dominan untuk Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis, KPP Bea Cukai Kendari, Fardi Saleh mengatakan, dua komoditas utama pada sektor pertambangan yang yang turut menyumbang nilai devisa ekspor di Sultra adalah feronikel dan stainless steel.

“Dua komoditas tersebut merupakan hasil pertambangan di Morosi, Kabupaten Konawe oleh dua perusahaan di sana,” kata Fardi Saleh pada konferensi pers yang dilaksanakan di Aula DJPb Sultra, Senin (27/2/2023).

Kemudian untuk sektor perikanan, Fandi Saleh menyebut hasil tangkapan nelayan yang masuk ke perusahaan-perusahaan pengekspor ikan dan hasil laut lainnya juga menjadi salah satu penyumbang nilai devisa ekspor.

“Sejauh ini untuk komoditas lainnya itu belum ada, hanya dua komoditas itu saja,” tambahnya.

Sebagai langkah untuk mendorong komoditas lainnya agar bisa menyubang nilai devisa ekspor, KPP Bea Cukai Kendari terus mendorong pelaku usaha khususnya UMKM agar bisa terus meningkatkan produktivitas agar mereka bisa melakukan ekspor juga.

Baca Juga:  Laporan Dokumen Terbang PT GMS dan WIN Mengendap di Kejati Sultra

“Kami akan terus mendorong para pelaku usaha agar nantinya bisa ikut menyumbang nilai devisa ekspor bagi daerah,” tutupnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten