Selisih Harga Pertalite dan Pertamax Disebut Jadi Penyebab Antrean Panjang di SPBU Kendari

Kendari – Antrean kendaraan terlihat mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Anduonohu, Jalan Malaka, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (2/9/2026). Kondisi tersebut membuat pengendara harus menunggu sebelum mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
Salah seorang pengendara, Muna, mengatakan dirinya baru sekitar dua menit mengantre saat ditemui di SPBU. Menurutnya, antrean panjang seperti ini relatif sering terjadi pada hari kerja, sedangkan pada hari libur antrean biasanya tidak terlalu panjang.
“Kalau hari-hari kerja memang relatif seperti ini, kecuali hari libur. Tetapi tergantung dari kita, kalau memang datang lebih awal tidak terlalu panjang,” ujar Muna.
Menurutnya, panjangnya antrean cukup berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi pengendara yang harus menghabiskan waktu untuk menunggu giliran mendapatkan BBM. Namun, kondisi tersebut relatif karena sebagian pengendara datang ke SPBU setelah menyelesaikan aktivitas atau pulang bekerja.
Dalam kondisi antrean panjang, Muna mengatakan pengendara biasanya akan mengisi BBM dalam jumlah lebih banyak ketika mendapat giliran. Hal itu dilakukan agar tidak perlu kembali mengantre dalam waktu dekat.
Muna menilai salah satu penyebab panjangnya antrean adalah selisih harga antara pertalite dan pertamax yang cukup jauh. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan sebelum harga pertamax mengalami kenaikan hingga sekitar Rp16 ribu per liter.
Menurutnya, sebelum kenaikan tersebut, antrean di SPBU tidak sepanjang sekarang. Selisih harga yang cukup jauh membuat masyarakat cenderung memilih pertalite sehingga jumlah kendaraan yang mengantre menjadi lebih banyak.
“Karena jauhnya selisih antara pertalite dan pertamax, orang cenderung beralih ke pertalite. Maka tidak heran antrean seperti ini,” katanya.
Untuk mengurangi panjangnya antrean, Muna berharap pihak SPBU dapat menambah titik pengisian atau selang pengisian BBM sehingga pelayanan kepada pengendara dapat dilakukan lebih cepat.
Selain itu, ia berharap pemerintah dapat menormalisasi perbedaan harga antara pertalite dan pertamax agar selisihnya tidak terlalu jauh.
“Dengan hal itu, mungkin dapat mengurangi antrean,” ujar Muna, Rabu (2/9/2026).
Penulis dan Reporter: Ferdi Faldi dan Muhamad Al Hidayah (Magang)





