Sempat Gagal, Pemuda asal Kendari Lolos Jadi Delegasi Sultra di AIYEP 2026

Kendari – Dikki Nur Alamsyah, pemuda asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), lolos seleksi Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026 dan akan menjadi delegasi yang mewakili Sultra dalam program pertukaran pemuda Indonesia-Australia.
Pemuda berusia 24 tahun ini merupakan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada 2023. Ia saat ini bekerja sebagai pengajar bahasa yang berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk kalangan profesional dan dewasa.
Sebelum lolos AIYEP 2026, Dikki telah mencoba mengikuti program tersebut pada 2024. Saat itu, ia berhasil masuk lima besar, tetapi belum terpilih sebagai delegasi.
Kesempatan kembali datang pada 2026 setelah Sultra mendapat kuota delegasi AIYEP. Dikki bersama dua peserta lainnya mengikuti seleksi terbatas yang terdiri atas seleksi administrasi, wawancara tingkat provinsi, hingga wawancara tingkat nasional.
“Alhamdulillah saya terpilih untuk mengikuti program AIYEP tahun ini,” kata Dikki kepada Kendariinfo, Jumat (25/9/2026).
Ketertarikan Dikki terhadap program AIYEP berawal saat dirinya masih menjadi mahasiswa UHO Kendari. Ia melihat sejumlah senior dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UHO Kendari berhasil menjadi delegasi AIYEP.
Setelah menyelesaikan kuliah, Dikki mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti program tersebut. Ia tertarik karena program AIYEP dinilai berkaitan dengan latar belakangnya di bidang pendidikan.
“Saya ingin berkontribusi keahlian saya di bidang pendidikan, utamanya kepada pemuda-pemuda di Sultra melalui program dari AIYEP,” ujarnya.
Selain berprofesi sebagai pengajar, Dikki aktif dalam kegiatan kepemudaan dan kebahasaan. Selama tiga tahun terakhir, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Duta Bahasa (Dubas) Sultra.
Ia juga dipercaya sebagai wakil koordinator bidang keanggotaan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Sultra.
Dari kegiatan tersebut, Dikki terlibat dalam sejumlah program pengembangan masyarakat. Salah satunya Somba atau Saling Olah Kata Menjaga Bumi Anoa yang menyasar komunitas pesisir di Sultra.
Dikki juga aktif menjalankan program Literasi Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari selama tiga tahun terakhir.
Pengalaman di bidang kebahasaan sebelumnya membawa Dikki mewakili Sultra dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2024. Dalam ajang tersebut, ia meraih predikat Terfavorit Putra.
Sebagai delegasi Sultra di AIYEP 2026, Dikki berencana memperkenalkan bahasa dan budaya Sultra kepada peserta dari Australia. Ia akan membawa bahan ajar berupa buku pantun dwibahasa yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Buku tersebut memuat cerita kearifan lokal tentang pamali yang berkaitan dengan isu lingkungan di Sultra. Dikki juga ingin memperkenalkan buku cerita anak yang ditulis dan dipublikasikannya pada 2025.
“Hal yang paling saya nantikan ialah menggunakan bahan ajar berupa buku pantun dwibahasa yang berisi cerita kearifan lokal pamali yang berkaitan dengan isu lingkungan di Sultra,” tuturnya.
Untuk mengikuti program AIYEP, Dikki juga mempersiapkan esai, tes kemampuan bahasa Inggris, portofolio pengabdian masyarakat, serta pemahaman mengenai budaya Sultra, Indonesia, dan Australia.
Ia menyebut dukungan orang tua, saudara, teman-teman Ika Dubas Sultra, dan rekan kuliah turut membantu proses seleksinya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!





