Simpang Siur Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG SMAN 20 Konawe

Konawe – Data jumlah korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMAN 20 Konawe masih simpang siur. Pihak sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe, dan Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe mencatat jumlah korban yang berbeda.
Kepala SMAN 20 Konawe, Agustan, menyebut terdapat 42 orang yang mengalami keluhan, terdiri 37 siswa dan 5 guru. Dari jumlah tersebut, 7 orang sudah dipulangkan setelah kondisi membaik.
“Total yang terkena itu 37 siswa dan 5 guru, jadi 42 orang. Yang sudah dipulangkan sekitar 7 orang. Sementara para guru tidak dibawa ke puskesmas, karena membaik lebih dulu,” kata Agustan kepada Kendariinfo, Kamis (24/9/2026).
Sementara data Dinkes Konawe mencatat jumlah korban lebih banyak. Dari jumlah tersebut, 58 orang merupakan siswa dan satu lainnya guru di sekolah yang beralamat di Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.
Perwakilan Dinkes Konawe, Alfred, mengatakan sebanyak 22 orang telah dipulangkan dari sekolah setelah kondisi mereka membaik. Guru yang turut menjadi korban juga telah kembali ke rumah usai menjalani perawatan medis.
“Dari jumlah korban tersebut, 58 orang merupakan siswa dan satu lainnya adalah guru. Sebanyak 22 orang telah dipulangkan dari sekolah setelah kondisi mereka membaik,” kata Alfred.
Data berbeda juga disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Konawe, Nopri Al Ikmansyah. Menurut Nopri, data yang diterima pihaknya mencatat sebanyak 33 siswa mengalami keluhan.
“Data yang kami terima, ada 33 siswa yang mengalami keluhan, tidak ada guru,” kata Nopri.
Dari 33 siswa, Nopri menyebut sebanyak 15 orang telah dipulangkan setelah mendapatkan penanganan. Sementara siswa lainnya masih menjalani perawatan.
“Dari 33 siswa itu, 15 orang sudah dipulangkan,” ujarnya.
Perbedaan data tersebut membuat jumlah korban dugaan keracunan MBG di SMAN 20 Konawe belum memiliki angka valid. Masing-masing pihak masih melakukan pendataan dan berkoordinasi terkait kondisi para siswa dan guru yang mengalami keluhan.
Dugaan keracunan terjadi setelah siswa dan guru mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah. Penyebab kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
Menu Bakso MBG Diduga Jadi Biang Kerok Keracunan 42 Siswa dan Guru di Konawe





